Taj Mahal: Kisah Cinta Abadi

Taj Mahal

Taj ~ Timeri N. Murari

Ada beberapa buku yg saya baca mengenai kisah Taj Mahal, tapi yg patut dibaca… adalah “Taj” oleh Timeri N. Murari.

Novel ini amat menyentuh dan dengan bahasa yg puitis, sehingga bener-benar membuat kita menghayati kisah cinta yg berlangsung antara Arjumand Banu dan Shah Jahan.

Arjumand pernah mendapatkan vision tentang Shah Jahan, sebelum bertemu dengannya di acara bazar istana. Di acara itu, gadis-gadis bisa melepaskan cadarnya untuk berjualan, sambil mencari pasangan. Shah Jahan pun merasa deja vu…, karna ia seperti pernah bertemu dg Arjumand sebelumnya. *salah satu pertanda jodoh?

Shah Jahan, berjumpa dengan Arjumand… dan mereka saling jatuh cinta dalam pandangan pertama. Bagi Shah Jahan, Arjumand berbeda dengan gadis-gadis lainnya, yang tidak memancarkan ketulusan.

Shah Jahan, sebagai pangeran… tidak bisa sembarangan menjalin kasih, apalagi dengan rakyat biasa.

“Jika saja aku ini bukan pangeran…,” kata Shah Jahan. “Jika Anda bukan pangeran, perasaanku tidak akan berkurang.” kata Arjumand.

Shah Jahan ingin menikahi Arjumand, tapi ia ditentang ayahnya. Karena ia diharuskan menikah dengan putri kerajaan lain, yang setara dengannya.

Ayahnya merasa muskil bagi anggota kerajaan, apalagi pewaris tahta untuk dapat menikah dengan gadis yang dipilihnya sendiri. Karena ia sendiri dulu pun, terpaksa menikah bukan karena cinta, tapi kepentingan politik.

Shah Jahan sudah dijodohkan dengan putri Persia, ia boleh menikahi Arjumand… tapi sebagai istri kedua. Shah Jahan menolak, ia ingin menjadikan Arjumand sebagai permaisurinya.

Karena itu, Shah Jahan terpaksa menyimpan hasrat hatinya untuk segera meminang Arjumand. Meski ia dilayani harem, namun yang tertancap di benaknya hanya Arjumand.

Ia meminta Arjumand menunggunya…

Shah Jahan akhirnya menikah dengan putri Persia, namun ia sama sekali tidak menyentuhnya. Oleh karena itu, ia tidak memperoleh keturunan darinya.

Arjumand bertemu Shah Jahan pada umur 14 tahun. Setelah 5 tahun berlalu, akhirnya Shah Jahan diperkenankan menikahi Arjumand.

Selama menikah dengan Arjumand, Shah Jahan tidak mau dilayani selir atau harem. Sehingga Arjumand hamil dan melahirkan berkali-kali… (hingga memiliki 14 anak). Itu memperlemah kondisi tubuhnya, apalagi ia selalu menemani Shah Jahan ke medan perang. *karena rahimnya rapuh, ia sampai pernah menggugurkan kandungan

Arjumand adalah ratu yang bersahaja dan pengasih. Hidupnya sederhana, dan tidak suka berfoya-foya seperti wanita istana lainnya.

She worked tirelessly among the poor. Sehingga ia tidak hanya dicintai Shah Jahan, tapi juga dicintai rakyatnya.

Ia digelari “Mumtaz Mahal”, yang berarti “the chosen one of the palace”.

Arjumand, akhirnya meninggal saat melahirkan anak terakhirnya. Ia berpesan pada suaminya, untuk membuatkan bangunan makam sebagai tanda cinta mereka, tidak menikah lagi, dan menjaga anak-anak mereka.

Arjumand meninggal terlalu muda, pada umur 38 tahun. Suaminya yang amat berduka, kabarnya sampai memutih rambutnya… dan menjadi bungkuk. Ia sering menangisi dan merindukan Arjumand.

Ia kemudian membangun Taj Mahal, sebagai tanda cintanya. Dibuat dengan batu-batu pualam dan bahan bangunan terbaik dari berbagai negara. Dibangun selama 22 tahun… (1631-1653), dan melibatkan 20.000 pekerja.

Arsitektur Taj Mahal dibuat agar dapat merefleksikan kecantikan Arjumand. Katanya Taj Mahal, dapat membiaskan warna yang beraneka dan berubah-rubah, tergantung waktunya. Pagi hari ia bersemu merah muda, siang hari putih bersinar, sore hari berwarna jingga keemasan dst. Hal ini melambangkan suasana hati wanita yang berubah-ubah.

Taj Mahal saat sunrise

Karena intrik politik, Shah Jahan di akhir hidupnya dikurung di benteng oleh anaknya sendiri. Ia menghitung hari-hari terakhirnya memandangi Taj Mahal dari jendela, sambil mengenang mendiang istrinya.

taj-mahal

kolam panjang di hadapan Taj Mahal

Tahukah kamu, kalau Taj Mahal dibangun sesuai dengan citra surga dalam Al-Qur’an? Surga kan digambarkan, memiliki sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Sehingga di depan bangunan Taj Mahal dihiasi dengan kolam panjang yang terhampar bagai sungai.