NEGERI 5 MENARA: Tontonan yang Menyegarkan

Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini begitu menarik.

Ceritanya seputar 6 orang santri baru dari berbagai daerah yang kemudian bersahabat dan menjuluki pertemanan mereka dengan sebutan “Sahibul Menara” karena kegemaran mereka berkumpul di bawah menara.

Banyak adegan yang mengundang tawa akibat kepolosan para santri di Pondok Pesantren Madani (PM) itu.

Berhubung pesantren itu adalah khusus pria, begitu ada kemenakan perempuan Kyai bernama Sarah datang, mereka begitu antusias untuk berkenalan. Terutama Alif yang bertaruh untuk mendapatkan foto bersama dengan Sarah. Sayang sekali ketika foto hendak didapat, malah Sarah dipanggil oleh Kyai. Ah, kasihan sekali si Alif!

Begitu pula saat mereka naik becak untuk mengantar kotak-kotak berisi dry ice kembali ke PM, hal itu dikarenakan mobil pick-up pengantar es tersebut mogok di tengah jalan. Alhasil mereka kembali ke PM dengan memakai becak. Mereka memakai tiga becak, 2 untuk membawa es dan becak ketiga mengangkut tukang-tukang becak, yang becaknya mereka pakai. Lucu sekali melihat para tukang becak yang sudah tua itu ketakutan akan jatuh.

Ada pula adegan yang menyedihkan. Seperti saat Baso, salah satu anggota Sahibul Menara harus kembali ke kampung halamannya dan tidak meneruskan pendidikan di PM, demiĀ  merawat neneknya yang sudah sakit-sakitan dan merupakan satu-satunya keluarganya yang masih ada.

Adegan paling berkesan bagiku adalah saat acara pertunjukan mengenai perjalanan Ibnu Batutah menjelajah ke berbagai negeri.