Terapi Menulis

terapi-menulis-untuk-kesehatan-mental

Menulis baik untuk mengurangi depresi dan kecemasan.

Awal mula saya mulai menulis di  blog adalah karena saya orang introvert,, hanya mempunyai sedikit teman yang cocok untuk curhat. Ketika sudah lulus kuliah, kan harus terpisah dengan teman2 itu… dan aku mengalihkan hasrat ingin curhat dan cerita itu lewat blog ini.

Karena sudah ngantor dan ga sebebas pas kuliah dulu, yang aktif organisasi macem2 untuk mengeluarkan pendapat dan berekspresi… jadi aku butuh tempat untuk menyalurkan hobiku beropini, dan menunjukkan pendirian atau sikap saya atas suatu hal.

Mulailah aku nge-blog…

Aslinya saya orang yang agak minder awalnya, buat nulis… tapi efeknya enak banget habis nulis. Ada sebuah kelegaan, seolah telah mengeluarkan beban dalam dada. Jadi menulis adalah sebuah terapi buat saya untuk menghilangkan stress…, mengeluarkan isi hati, dan menghilangkan kejenuhan dari rutinitas kerja kantoran.

Saya rekomendasikan buat teman2 di luar sana, kalau mengalami kesulitan untuk berbagi dengan orang lain… baiknya dikeluarkan dalam bentuk karya,, seperti tulisan

Ada lho, contoh orang di Indonesia… yang menggunakan terapi menulis, untuk menghilangkan depresinya. Dan hasilnya adalah karya yang dibukukan, bahkan difilmkan! Siapa coba…?

Yakni Pak Habibie, yang menyalurkan rasa kehilangannya akan Bu Ainun… dengan menulis. Padahal dokter sudah hampir menyerah, melihat Pak Habibie yang begitu terpuruk

menulis

Di bawah ini kutipan dari beberapa artikel ttg manfaat menulis:

1.  Refresh Your Mind

Setelah kita menyelesaikan apa yang kita tulis, kita pasti menghela napas panjang itu adalah tanda bahwa perasaan kita sudah mulai refresh kembali dan merasa puas karena sudah menyelesaikan tulisan kita. Dan cobalah untuk membacanya sekali lagi pasti anda akan merasa lebih baik lagi.

2.  Knowing yourself

Dengan anda memulai menulis secara teratur, anda akan lebih mengetahui diri anda lebih dari sebelumnya dan juga mengetahui apa karakter dan bakat yang anda punya.

3.  Eliminate stress

Tentunya dengan kita menulis beban perasaan kita akan terasa berkurang daripada kita hanya menyimpannya di dalam perasaan kita sendiri. kita juga bisa menghilangkan intuisi negatif yang hadir ketika perasaan stress tadi menghampiri kita.

4.  Solve Your Problem

Dari semua yang telah kita tulis kita juga bisa mengambil satu titik temu dari permasalahan yang kita hadapi, kita juga bisa melihat permasalahan dengan lebih tenang, dan juga kita bisa menyelesaikan permasalahan kita dengan lebih efektif.

5.  Overcome missunderstandings

Sebuah kesalahpahaman yang tidak bisa kita selesaikan dengan perkataan bisa kita selesaikan dengan tulisan, sehingga kita dapat memberikan penjelasan yang lebih konkret dan masuk akal jika ditambahi dengan tulisan.

~~~~~~~~~

Menulis juga baik untuk mengenalkan siapa diri kita pada orang2 lain,, yang mungkin sebelumnya kita terlalu tertutup dan tak terjangkau orang lain.

Dan baik juga untuk belajar mengekspresikan diri…

~~~~~~~~~

Jika ada kenangan yang hanya kau simpan
jika ada bacaan yang sekedar kau renungkan
jika ada cerita yang pernah kau dengar, tapi tak pernah kau tuliskan:
itulah kesunyian paling menyedihkan
ia bakal hilang bersama debu
dan kisah hidupmu akan berlalu begitu saja diterbangkan waktu.


(Kiai Baghowi, Kedungmaling, Brangkal, Mojokerto)

source:
Terapi Menulis (Therapeutic Writing)
Menulis Terapi Rasa
Tiga Jam Bersama BJ Habibie: Ibu Ainun Cinta Sejati

Pathological Liar

Dalam dunia psikologi ada yang disebut pathological lying atau mythomania. Di mana pelakunya disebut pathological liar.

Ini adalah sebuah gangguan kejiwaan di mana pengidapnya akan melakukan kebohongan terus-menerus. Pelakunya memiliki kebiasaan berbohong, tanpa perasaan bersalah melakukannya.

Beberapa penjelasan ttg pathological liar atau pembohong kronis:

Orang ini mungkin benar-benar tidak berpegang pada kenyataan, percaya kebohongannya sendiri, sering kali dalam upaya untuk menaikkan penghargaan terhadap dirinya yang rendah. Tidak seperti orang yang berbohong di sana-sini, atau sedikit melebih-lebihkan kebenaran sesekali, pembohong patologis ini berbohong akan setiap aspek di hidupnya.

Pada dasarnya, pembohong patologis adalah seseorang yang terbiasa berbohong secara kronis dan kompulsif atau memaksa. Orang ini terbiasa mengarang berbagai alasan dan akhirnya, kebenaran menjadi tidak nyaman baginya sedangkan merekayasa kebohongan besar terasa seperti hal yang benar.

Penghargaan diri yang rendah adalah salah satu alasan terbesar mengapa orang menjadi pembohong patologis. Apakah mereka sadar dan mengakuinya atau tidak, pembohong patologis merasa bahwa ia tidak cukup penting sehingga mereka harus membuat suatu prestasi atau acara untuk memosisikan diri sehingga merasa lebih pantas dan layak.

Hal yang paling ditakuti pembohong patologis adalah tertangkap karena menceritakan kebohongan. Biasanya orang ini akan menjadi sangat defensif, melakukan apa pun yang dia bisa untuk mengalihkan kesalahan pada orang lain. Dan dengan cepat merekayasa kebohongan lain untuk menutupi kebohongan yang ada.

Pembohong patologis adalah orang yang biasanya tidak hidup dalam realitas dan mengalami kesulitan mempertahankan konsistensi dalam hidupnya.

Seorang pembohong pada umumnya akan kehilangan kemampuan untuk membedakan kebohongan dari kenyataan. Ia akan percaya kebohongan menjadi kebenaran sehingga hampir mustahil mengonfrontasi pembohong patologis atas kebohongan mereka.

Seseorang yang secara konsisten berbohong kepada Anda adalah bentuk rasa tidak hormat, ini bukan seseorang yang patut dipercaya atau dijadikan teman sejati.

source & references:
Cara Mengenali Pembohong Kronis
Mythomania: Penyakit Suka Berbohong demi Pengakuan
Kerap Bercerita Bohong? Waspada Mythomania!