TuneIn Radio: Ndengerin radio di seluruh dunia

TuneIn Radio

Aplikasi ini adalah salah satu aplikasi favorit saya di android Play Store. Kita bisa ndengerin siaran radio seluruh dunia, ga cuma Indonesia aja… *klo kita pake radio biasa, kan cuma melingkupi siaran lokal

Ini adalah layanan streaming, di mana kita bisa search penyanyi atau lagu apa yang pgn kita dengerin, dan entar muncul radio2 apa aja yg lagi muter lagu/penyanyi yang kita cari.

Ternyata, ada juga websitenya: tunein.com, klo kita pingin ndenger musik di laptop kita, drpd di gadget kita.

Trus, kita juga bisa bikin akun dan profile di sana, di mana kita bisa nyimpen stasiun2 favorit kita… yg sering muterin lagu2 yg sesuai dg selera musik kita.

Dari musik oldies sampe dance, ada… lengkap di sana. Dah gitu, jarang ada iklannya lagi!

Dan aku juga jadi kenal lagu2 baru, yang belum pernah aku denger sebelumnya.

Ada juga stasiun2 radio yang memiliki tema musik tertentu, seperti Boybands Radio, lagu2 tahun 80 dan 90-an, lagu2 RnB atau didedikasikan untuk menyetel khusus lagu2 dari 1 orang penyanyi/musisi doang, misal radio CTFM yang khusus memutar lagu2 Siti Nurhaliza…, A.R. Rahman Radio, atau Michael Jackson Radio.

Misalnya kita suka kultur suatu negara, kita bisa tuh nyari radionya… supaya berasa di sana, karena suara dan logat pembawa acaranya bisa membawa atmosfer negara itu, meski kita di Indonesia. Kita bisa belajar cara berbahasa mereka dan tau lagu2 yg lagi hits di sana. Kayak aku nih…, suka nyetel radio Malaysia dan Singapura, karena seneng denger logat Melayu mereka dan seneng juga sama lagu2 mereka, yg unik dan ga seperti mainstream di Indonesia.

————————

Sejauh ini, saya emang lebih seneng ndengerin lagu2 Barat ketimbang musik dalam negeri.

Kesanku tentang Malaysia: Kuala Lumpur

Kesanku tentang Malaysia, terutama Kuala Lumpur adalah… suasananya damai… penduduknya kalem-kalem, sholeh… karena sebelum adzan dikumandangkan aja, pegawai kantorannya dah pada ngumpul di masjid untuk dengerin ceramah dan sholat jamaah.

Terhadap turis yang terlihat bingung dengan jalan, mereka dengan senang hati membantu… bahkan supir taksi sampai turun dari taksinya untuk menerangkan pada kita bahwa jarak tujuan kita dekat hanya 1 menit dan tidak perlu pakai taksi, ketika kami hendak naik taksinya…

Padahal di Indonesia saja, klo ketauan bukan warga lokal bisa aja diakal-akalin agar keluar uang banyak… untuk jarak yang dekat. #pengalaman

Trus, dari logat kita mereka biasanya suka nanya, “dari Indonesia, ya?”, “dari mana? Jakarta atau Jawa…”. Karena kami tinggal di Lampung, trus aku jawab aja… “dari Sumatera”.

Kalau naik taksi, biasanya Bapak yang duduk di depan dan suka ngajakin supirnya ngobrol… Supir taksi pertama yang kami naiki dari KL Sentral menuju hotel ternyata adalah keturunan orang Padang. Dia bertanya, gimana kabar Indonesia dengan presiden barunya? Berhubung kami ke sana menjelang Jokowi dilantik, yakni tanggal 19, 20, 21 Oktober 2014.

Jadi, kami ga tau lho…!, kehebohan di Indonesia pas lagi rame2nya pelantikan presiden baru, he3x.

Menurutku orangnya ramah-ramah dan tidak terlalu usil dengan orang lain seperti di Indonesia, yang suka nggosip… Bersih, tertib dan tindak kriminalnya rendah. Kami merasa aman berjalan-jalan di sana, walaupun di negeri yang asing.

Dan lagi, sistem transportasinya bikin ngiler…

Bikin Jakarta seperti itu, dong!

Pokoke nyaman banget jalan2 di sana, dan bikin betah… aku aja ampe males pulang. Pinginnya tinggal di sana, dalam jangka waktu yang lama.

Cintaku tertinggal di Malaysia, he3x

Yang aku suka adalah suasana Islami yang kuat berpadu dengan modernitas dan teknologi yang maju, namun masih menyisakan ruang untuk tradisi dan budaya 3 etnis utama, yakni Melayu, China dan India.

Juga bangunan-bangunan peninggalan jaman kolonial, yang masih berdiri megah dan terawat.

Patut ditiru Indonesia!

Sebagai sesama rumpun bangsa Melayu, saya salut dengan kemajuan yang dicapai Malaysia. Malaysia adalah model negara muslim modern, yang tidak hanya mencapai kesolehan sosial saja, tapi juga maju dalam peradaban.

3 Days in Malaysia: Kuala Lumpur (Day III)

Hari ini kita cuma jalan2 ke Little India, krn sekalian perjalanan pulang ke airport melalui KL Sentral untuk naik kereta KLIA Ekspres.

Di dekat stasiun KL Sentral, terdapat wilayah Brickfields yang merupakan wilayah komunitas India, dengan julukan Little India.

Setelah check out dr hotel, kami naik taksi ke KL Sentral. Karena jalan terlihat sepi, Bapak bertanya pada supir taksi. Ternyata, hari ini adalah hari “cuti” atau hari libur nasional. Karena ada perayaan “Deepavali”, yakni hari raya orang India.

Justru semalam adalah puncaknya, kalau hari ini toko di Little India banyak yang tutup.

Makanya kok semalam ada yg nyalain kembang api dan terlihat dari jendela hotel. Seperti perayaan tahun baru saja…, pikirku.

Krn kaki ibuku sakit, jadi Ibu dan Bapak nunggu aja di KL Sentral. Aku dan adikku berjalan kaki kira2 15 menit ke Little India.

image

Continue reading

3 Days in Malaysia: Kuala Lumpur (Day II)

Day II : Masjid Jamek, Abdul Samad Building, Shri Mahamariamman Temple, KTM Old Railway Station, KTMB Headquarters

Hari ini, karena bangun agak siang dan krn sempet muter2 di stasiun LRT untuk cari terminal bis Pudu, krn rencana awalnya pgn ke Penang. *padahal waktunya ga banyak, dan akhirnya ga jadi…

Pelajaran: supaya plan yang dibuat realistis, sesuai dengan jumlah hari yang tersedia.

Daripada ngabisin waktu ke luar kota…, jadinya kita jalan2 di dalem kota Kuala Lumpur.

Pertama-tama kita mampir ke bangunan masjid unik di samping stasiun LRT, yang ternyata merupakan Masjid Jamek. Tempat ibadah dan sekaligus spot wisata sejarah. Bangunan ini memiliki ciri khas arsitektur mughal India.

image

Continue reading

3 Days in Malaysia: Kuala Lumpur (Day I)

It was a rainy day in Malaysia…, jadi tidak terlalu banyak tempat yang kami kunjungi.

Day I: Petronas, KLCC, Central Market dan Petaling Street

Begitu tiba di bandara KLIA 2, kami membeli SIM Card utk menggunakan smartphone di wilayah Malaysia dg hemat. Kami menggunakan provider Hotlink, yg ternyata tdk harus mendaftar paket internet terlebih dahulu spt di Indonesia krn sudah otomatis dalam layanannya.

Setelah itu melihat jam sudah siang, dan krn ingin segera jalan-jalan… kami mengambil transportasi KLIA Ekspres utk menuju KL Sentral, Kuala Lumpur seharga 35 RM dg waktu perjalanan sekitar 30 menit. *Informasi ini kudapat dari buku Hairun Fahrudin yg sangat membantu*

image

adikku @YunusYulfianto dalam KLIA Express

Continue reading