AYAH…: Kisah Buya Hamka

buya hamka

Buku ini sebenernya memoar anak Buya Hamka, Irfan Hamka, tentang kenangannya selama hidup dengan sang ayah. Saya kurang tertarik dengan kisah-kisah pengalaman pribadi penulis, jadi saya membacanya langsung ke bagian-bagian yang berkaitan dengan Buya Hamka.

Di awal buku ini diceritakan mengenai cara Buya memberi solusi terhadap masalah rumah tangga, dengan bijak Buya menasihati sang istri agar membolehkan poligami daripada meminta cerai dari suami, dengan alasan yang syar’i. Wow…, cukup kontroversial! Jarang ada zaman sekarang, ulama yang justru menyarankan agar si istri merelakan suaminya poligami. Tapi pertimbangan Buya memang bijak, dikarenakan sang istri yang tidak bisa mengimbangi hasrat suami, sementara suaminya adalah lelaki yang beriman dan rajin beribadah, dan takut berbuat dosa untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

Buya mampu memberikan solusi yang bijak dan nasihat dengan argumen yang mudah dipahami masyarakat.

Selain sebagai ulama dan sastrawan, Buya ternyata adalah pendekar silat. Ia mahir silek. Dari beberapa buku lain yang saya baca, silek adalah salah satu budaya Minang yang dilestarikan turun-menurun dalam masyarakatnya. Kata Buya, orang yang disebut Pendekar adalah orang yang memiliki akal yang pandai dan cerdas. Sebutan pendekar di Minang, berarti “pandai akal”.

Sejarah menyakitkan yang saya baca adalah saat Buya difitnah oleh PKI dengan tuduhan merencanakan pembunuhan pada Presiden Soekarno dan dipenjara selama 2 tahun 4 bulan, tanpa proses pengadilan. Sebuah tuduhan yang mengada-ada dan tak masuk akal… bila ditujukan pada seorang alim ulama, yang hidupnya tidak ditujukan untuk kekuasaan duniawi!

Dinginnya penjara tidak dapat menumpulkan kreativitasnya. Selama masa tahanan itu, beliau menghasilkan karya monumental Tafsir Al-Azhar. Memang banyak tokoh-tokoh yang justru menghasilkan karya tulis ketika mendekam dalam bui, biasanya mereka dipenjara karena tekanan penguasa.

Saya sebagai pengagum Bung Karno, merasa sedikit kecewa terhadap beliau atas keputusan yang satu ini. Menurutku beliau harusnya memperlakukan ulama dengan penuh penghormatan, bukannya malah dipenjara atas hasutan dan fitnah PKI. Mungkin saat itu Bung Karno memang sedang mesra-mesranya dengan paham komunis.

Buya Hamka dibebaskan pada saat rezim Soekarno runtuh, dan digantikan oleh Presiden Soeharto. Buya Hamka persis akan disiksa ketika Gestapu/Kudeta 1 Oktober 1965 terjadi. Ia diselamatkan oleh kudeta tersebut. Saat baru diangkat menjadi presiden, Presiden Soeharto malah memberinya hadiah pergi haji bersama istri dan anak.

Mungkin Bung Karno lengser salah satunya karena ‘kualat’ pada ulama. Saya lebih suka dengan perlakuan Presiden Soeharto yang bisa menempatkan seorang ulama sesuai dengan kehormatannya.

Buya Hamka dan Bung Karno rupanya pernah bertemu saat masa muda. Dalam buku ini ada foto mereka bersama di Bengkulu pada tahun 1941, bersama H. Abdul Karim Oei.

buya

Buya Hamka, H. Abdul Karim Oei, Bung Karno

Soekarno, Moh. Yamin, dan Pramoedya Ananta Toer adalah tiga tokoh yang pernah berseberangan secara ideologi, memusuhi, membenci, bahkan memfitnahnya. Namun Buya Hamka tidak menyimpan dendam dan memaafkan kesalahan mereka.

Dalam buku ini juga diceritakan bagaimana tanggapan Buya Hamka atas rencana Gubernur DKI, Ali Sadikin untuk melegalkan perjudian dan lokalisasi tempat pelacuran.

Buya Hamka gemar merantau sejak kecil untuk menimba ilmu dan pengalaman. Pada umur 15 tahun beliau merantau ke Jawa, tepatnya Kota Yogyakarta dan Pekalongan. Di sana ia belajar dari tokoh-tokoh besar seperti HOS Tjokroaminoto, A.R. Fachruddin dan tertarik pada misi Muhammadiyah.

Buya Hamka tidak berkesempatan belajar secara tuntas di institusi pendidikan, sehingga ia tidak memiliki diploma atau ijazah. Hal itu menyulitkannya untuk menjadi guru di sekolah Muhammadiyah, yang turut didirikan oleh ayahnya. Kemudian ia bertekad mengembara lagi ke Mekkah untuk menimba ilmu agama sambil melancarkan kemampuan bahasa Arab.

Di Mekkah ia bekerja sebagai pegawai percetakan. Ada berbagai buku agama di gudang percetakan, yang dibacanya pada waktu istirahat kerja. Ketika bertemu Haji Agus Salim, ia disarankan agar kembali ke tanah air.

Pendidikan Buya Hamka terbengkalai karena orang tuanya bercerai saat ia masih kecil. Meski demikian, ia telah bertekad menjadi manusia berguna sehingga ia banyak membaca untuk membuka wawasannya dan mengejar ketertinggalan di bidang akademik. Buku yang ia konsumsi pada saat ia kecil adalah buku-buku berat, buku-buku pemikiran yang jarang dibaca anak-anak seusianya.

Buya Hamka adalah seorang ulama besar yang belajar secara otodidak, baik melalui buku maupun dari tokoh-tokoh besar.

HABIBIE: Kecil tapi Otak Semua #1

Habibie

“Hanya Allah Swt dan hati nurani saya yang melekat pada diri saya, kawan setia saya.”
– B.J. Habibie

Dalam buku ini kita dapat mengenal lebih dekat pribadi B.J. Habibie, melalui berbagai kisah yang dituturkan orang-orang yang mengenalnya. Kisah-kisahnya banyak yang menyegarkan dan mengundang tawa.

Sejak kecil Habibie lebih suka berkutat dengan buku-buku ketimbang bermain dengan anak lain di luar rumah. Satu hal yang mirip dengan masa kecilku, menurut kesaksian tetangga.

Beda dengan kebanyakan teknokrat yang biasanya berwatak serius, dalam buku ini digambarkan bahwa Habibie adalah sosok yang ceria, suka menghibur teman-temannya dengan bernyanyi maupun melakukan aksi panggung saat ada acara istimewa. Ia juga adalah sosok teknokrat yang humanis, yang akrab dengan siapa saja dan bisa mencairkan suasana.

Yang sering luput dari perhatian kita adalah arti nama Habibie. Bacharuddin Jusuf Habibie. Dalam bahasa Arab bachar berarti lautan, dan dien berarti agama. Jadi arti namanya adalah “lautan agama”.

Saat ia menunaikan ibadah haji, ia diperlakukan dengan terhormat oleh pihak kerajaan Arab Saudi, karena bagi mereka ia adalah tokoh umat Islam.

Konsep ibadah, seperti shalat dan haji bagi Habibie adalah untuk men-charge battery. Shalat adalah tempatnya untuk menemukan ketenangan, membersihkan pikiran, dan secara biologis sujud mengalirkan darah ke kepala sehingga otak mendapatkan aliran darah dan setelah shalat ia merasa fresh. Menurut Habibie isi baterai yang paling besar adalah pada bulan Ramadhan.

Sebuah kisah tentang pendirian ICMI, turut memperkaya wawasan saya. Ternyata inisiatornya adalah mahasiswa-mahasiswa Universitas Brawijaya Malang.

Saya kurang begitu suka membaca bagian kedua “Kebijakan dan Gagasan” karena bahasan yang serius dan membuat dahi berkerut, jadi bagian tersebut saya baca secara skip saja.

Dalam bagian ini kita dapat mengetahui latar belakang pemikiran dari kebijakan-kebijakan yang diambil Habibie, salah satunya tentang pengembangan Pulau Batam. Pulau Batam di tangan Habibie diubah dari pulau sepi dan terbelakang, menjadi daerah industri yang menarik banyak investor. Pulau Batam yang memiliki letak strategis dan dekat Singapura, amat menggiurkan bagi para pencari penghidupan. Akan tetapi oleh Habibie tidak sembarangan orang diperkenankan menetap di sana, selain penduduk lokal hanya pendatang yang memiliki kompetensi yang bisa menjadi penduduk Batam. Ia tak ingin Pulau Batam hanya diolah menjadi kebun sayur.

Selain sebagai ilmuwan, Habibie adalah juga penikmat seni, yang menyukai opera, lukisan, musik klasik dan puisi.

Habibie masuk dunia politik tanpa ambisi, ia adalah orang baik dan jujur, yang menganggap politik hanyalah kesempatan untuk mengabdi pada bangsanya.

“Semua yang duniawi tidak ada yang menguntungkan bagi saya.”

“Manusia tidak hanya hidup untuk makan dan pakaian, tetapi juga dengan kepuasan. Bukan (kepuasan) secara material, tetapi secara jiwa: mendapat kesempatan ikut membantu mengisi kemerdekaan. Ini sama dengan perjuangan yang saya laksanakan sejak muda.”

Harus baca deh buku ini, kisah-kisahnya menarik dan inspirasional.

BEAUTY AND THE BEAST: How to Tame a Heart

Only sincere love could change a beast.

Ini adalah film animasi yang dewasa. Kisah percintaannya tidak klise. It’s a love-hate relationship.

Film Disney satu ini masih terngiang-ngiang di kepalaku, rupanya film ini berkesan sekali bagiku. Karakter tokoh utama istimewa, karena memiliki prinsip dan bukan typical gadis yang menanti datangnya pangeran tampan.

Belle digambarkan sebagai gadis yang berbeda dengan gadis kebanyakan. Ia pintar dan hobi baca buku. Ia gadis tercantik di kota itu, sehingga idola wanita ga penting, Gaston tergila-gila padanya. Akan tetapi Gaston hanya memandang fisik Bella, dan menganggap wanita hanya sebagai obyek lelaki, tidak memandang intelegensinya.

Letak kecantikan Bella sebenarnya ada pada hati dan pikirannya, juga rasa sayangnya pada orang tua.

Beast adalah seorang pangeran yang dikutuk menjadi serupa binatang buas, akibat perilakunya yang tidak mengenal cinta kasih. Bella datang dan mengajarinya ‘how to love’. Beast is totally know nothing ’bout love. Perilakunya kasar dan temperamental. Mana mungkin Bella bisa mau berdekat-dekatan dengannya? Padahal Beast yakin Bella-lah yang akan menghapus kutukan yang ditimpakan pada dirinya dan seluruh istananya.

Sosok pangeran tidak digambarkan perfect dan ‘sudah jadi’. Bella melalui proses yang penuh kesabaran dan ketulusan untuk bisa membentuk Beast memiliki hati dan perilaku seorang pangeran sejati. Belum lagi Beast dijelmakan sebagai binatang buas yang kasar, bukan pangeran tampan yang penuh pesona dan berkelakuan anggun.

Bella memiliki hati yang tulus, ia tidak serta merta menolak Beast mentah-mentah. Ia tidak terlalu memperdulikan penampilan fisik Beast, hanya saja ia kurang nyaman dengan sifat Beast yang kasar dan mudah marah. Sampai Bella nekat kabur dan melanggar janjinya untuk tidak meninggalkan istana. Saat ia diserang komplotan serigala, Beast datang melindunginya.

Bella merawat luka-luka Beast dan tidak jadi ‘minggat’. Ia mulai merasa betah dan akur dengan Beast. Ia mengajari Beast kasih sayang dan kelembutan. Cinta telah tumbuh di hati Beast. Ia pun rela melepas Bella kembali pada ayahnya, walaupun ia tahu tenggang waktu kutukan makin dekat. Ia rela kehilangan kesempatan satu-satunya untuk bisa mengembalikan menjadi manusia.

Menurutku, walaupun kutukan itu tidak terhapus, jiwanya telah menjadi manusia. Karena hatinya sudah mengenal cinta dan dia tidak lagi berkelakuan seperti binatang.

It’s only a matter of physical appearance.

Beast menunjukkan cintanya pada Bella, dengan memberinya perpustakaan istana. Ia mampu membaca hati Bella, dan menghargai potensi-potensi Bella secara utuh. Tidak seperti Gaston yang berniat memperlakukan Bella layaknya pelayan bila menjadi istrinya.

Kekuatan animasi ini pada ceritanya.

So it remains a classic, regardless of the technology.

GUS DUR VAN JOMBANG: Pendekatan Komikal atas Biografi Gus Dur

Seperti biasa aku hunting buku dan ngecek dulu isi buku ini di Google Books. Kirain buku ini buku ga serius, or buku biografi untuk anak-anak, ternyata isinya bernas. Jadi tahu dan paham sejarah kehidupan Gus Dur secara garis besar. Selama ini males banget klo harus baca buku biografinya yang cenderung serius, rinci dan politis.

Buku ini membantu kita memahami sifat Gus Dur yang ‘beda’. Ia cenderung menginginkan perdamaian bagi umat. Dia adalah tokoh pelopor yang kritis dan berani menentang kekuasaan Orde Baru. Tapi karena akalnya yang cerdik dan sifatnya luwes, ia selalu berhasil lolos dari ancaman penguasa Orde Baru.

Banyak orang yang mengolok-olok Gus Dur karena tidak mengerti, ia sebenarnya adalah seorang yang jenial. Terkadang kita dan banyak orang di Indonesia tidak mampu menjangkau level pemikiran beliau. Jadilah ia membahasakan kebijakannya dengan bahasa yang mudah ditangkap umum.

Dulu, maklum masih anak muda -belum kenal sosok Gus Dur- aku cuma tahu dari berita-berita wartawan saat itu. Semenjak membaca buku Melawan Melalui Lelucon: Kumpulan Kolom Abdurrahman Wahid Di Tempo aku jadi terkaget-kaget dengan pemikiran-pemikirannya yang kritis dan luasnya wawasan beliau.

Begitu mengetahui adanya buku Gus Dur van Jombang, dan tertarik setelah membaca di Google Books, aku langsung memesan buku itu di bukukita.com (toko buku online langganan). Buku itu terbitan 2010, semoga masih ada. Alhamdulillah, kru bukukita.com bisa memperolehnya. Untuk menyelesaikan buku itu cuma butuh waktu sebentar, karena ceritanya menarik.

Gus Dur adalah penuntut ilmu sejati, penikmat film dan penggemar bola. Hobiku yang sama dengan beliau adalah ‘hobi baca’.

Yang aku perhatikan, dalam hidup beliau banyak anggota keluarganya yang mengalami kecelakaan. Ayah, ibu beliau, istri dan beliau sendiri. Gus Dur pun harus menjadi anak yatim, ayahnya meninggal karena kecelakaan. Ibunya meninggal, istrinya menjadi cacat dan Gus Dur sendiri mengalami gangguan penglihatan karena kecelakaan.