Kekuasaan

Satu waktu, ketika penguasa besar Prancis Napoleon Bonaparte berada di puncak kekuasaannya, ia pernah menyampaikan orasi dengan berapi-api di hadapan rakyatnya. Seluruh rakyat yang hadir saat itu terkesima dan takjub dengan kehebatan propaganda Napoleon sehingga nyaris semua yang hadir menyanjung, memuja, dan mengelu-elukan sang penguasa tersebut dengan sangat histeris.

Si penasihat yang berdiri di samping Napoleon berkata: “Lihatlah Paduka Yang Mulia, seluruh rakyat merasa sangat kagum dan begitu mengagungkan kebesaran diri Anda sebagai penguasa mereka. Mereka amat membanggakan kebesaran Paduka sebagai satu-satunya penguasa besar mereka.”

Namun Napoleon menjawab dengan tenang, “Di tampuk kekuasaanku ini, aku memang selalu di puja-puja. Namun kelak saat kemenangan ini terlepas dari genggaman tanganku, saat kerapuhan mulai menyapaku, dan tatkala penguasa baru menggulingkan tahta kebesaranku, mereka semua akan mencibir, mencaci maki, dan memuntahkan sumpah serapah sebagaimana yang telah terjadi pada para penguasa sebelumku.”

~~~~~~~~~

Kekuasaan selaras dengan kejayaan, atau masa-masa jaya.

Sebagaimana masa jaya selalu dipergilirkan dengan masa kejatuhan, maka akan selalu meninggalkan pelajaran buat kita:

Siapa-siapa saja sahabat sejati yang senantiasa ada, baik kita susah maupun kita jaya.

Siapa-siapa orang yang tulus dan tanpa pamrih bersama kita, dan siapa saja yang hanya mencari keuntungan dari relasinya dengan kita.

~~~~~~~~~

Identifikasikan teman-teman sejatimu segera… hargai mereka, dan tidak usah terlalu ambil pusing dengan orang-orang yang tidak setia atau yang hanya mencari keuntungan darimu.

Don’t waste your time with unimportant people.

source:
Sahabat Sejati atau Palsu?

Saat Bung Karno Harus Menandatangani Vonis Mati Kartosuwiryo

wpid-bung-karno-dan-kartosoewirjo.jpg

Bung Karno dan Kartosuwiryo adalah sesama anak kos di rumah HOS Cokroaminoto pada masa muda.

Mereka mengambil ideologi yang berbeda, Bung Karno nasionalisme… sementara Kartosuwiryo Islam garis keras.

Kartosuwiryo memimpin gerakan pemberontakan DI/TII di saat republik ini baru merdeka. Dan merencanakan berbagai percobaan pembunuhan pada Bung Karno.

Kartosuwiryo akhirnya tertangkap dan pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadapnya.

Untuk melaksanakan hukuman mati itu… harus mendapatkan izin dari Bung Karno, sebagai presiden.

Bung Karno mengalami dilema, karena Kartosuwiryo adalah kawan masa kecilnya. Ia senantiasa teringat masa muda, di mana mereka sering diskusi dan bercanda bersama.

Sejak ditangkap hingga tiga bulan kemudian, Bung Karno selalu menyingkirkan berkas kertas vonis mati atas diri Kartosuwiryo. Keesokan hari, manakala di antara berkas yang harus ditandatangani bertumpuk di atas meja kerja, dan ia dapati kembali berkas vonis mati bagi Kartosuwiryo, ia pun menyingkirkannya. Begitu berulang-ulang, hingga klimaksnya Bung Karno begitu frustrasi dan ia lempar berkas vonis tadi ke udara dan bercecer di lantai ruang kerjanya.

Adalah Megawati sang putri yang menyadarkan sang ayah, agar menepati dharmanya sebagai kepala negara, kepala pemerintahan serta tidak mencampur-adukkan antara hakikat persahabatan dengan tugas dan fungsinya sebagai kepala negara.

Meski mereka adalah sahabat kecil, namun saat ini Kartosuwiryo adalah musuh negara. Yang mana bila dibiarkan tetap hidup, dapat mengancam kedaulatan negara. Ia telah melakukan berbagai tindakan ‘merusuh’ di Indonesia.

Bung Karno harus bertindak tegas, meski pada perasaannya sendiri.

Akhirnya Bung Karno menandatangani berkas vonis mati Kartosuwiryo. Walaupun ia sampai berurai air mata saat menatap foto sahabat lamanya.

source:
Bharatayudha versi Bung Karno versus Kartosoewirjo
Bung Karno dan Kartosuwirjo, Saling Ejek, Saling Bunuh

Bung Hatta

Bunh-Hatta-165x250

Bung Hatta

Bung Hatta dan Bung Karno adalah tokoh Dwitunggal, yang memiliki kepribadian yang bertolak belakang, meski sama-sama tokoh pergerakan.

Bung Hatta lebih ke pemikir, ketimbang orator seperti Bung Karno.

Meski begitu, mereka adalah kawan yang akrab. Sehingga menjelang ajalnya, saat sedang kritis… Bung Hatta menyempatkan diri menemui Bung Karno. Kedua sahabat lama mulai dari zaman pra kemerdekaan itu, saling menanyakan kabar sambil meneteskan air mata.

Bung Hatta setengah tidak tega melihat kondisi Bung Karno yang pada masa mudanya gagah. Namun di penghujung usianya… terbaring lemah, dan mendapat perlakuan yang tidak layak.

Meski sebelumnya mereka pernah pecah kongsi, karena Bung Hatta tidak setuju dengan Bung Karno yang ngotot, ingin menerapkan Demokrasi Terpimpin.

THE BUCKET LIST: Good for Soul

image

The Bucket List

Film ini adalah salah satu film paling memorable buat saya. Ga bosen, liat film ini berulang-ulang.

Menonton film ini membuat kita mensyukuri hidup, dan menghayati tiap menit yang tersisa.

Edward Cole, adalah pengusaha sukses paruh baya. Ia memiliki sebuah rumah sakit, di mana demi pengiritan finansial… ia membuat kebijakan, satu kamar untuk 2 orang.

Akhirnya karena kebijakannya sendiri, begitu sakit ia dirawat sekamar dengan seorang pria kulit hitam yang paruh baya juga.

Carter Chambers, adalah seorang montir yang pintar dan berpengetahuan luas. Sebelumnya ia bercita-cita menjadi profesor sejarah, namun terpaksa berhenti kuliah… krn pacarnya hamil, dan ia harus mencari nafkah.

Karena dirawat sekamar, kedua pria berbeda latar dan sifat itu akhirnya menjadi sahabat.

Keduanya didiagnosa kanker, dan divonis hanya memiliki sisa waktu hidup selama 1 tahun.

Mereka lalu berencana mewujudkan “bucket list” mereka. “The bucket list” berisi harapan-harapan yang ingin mereka lakukan sebelum umur mereka habis.

Edward memiliki dana tak terbatas untuk mewujudkannya. Akhirnya kedua lelaki paruh baya itu, melakukan petualangan gila-gilaan di berbagai landmark terkenal di dunia.

Mereka melakukan skydiving, berkunjung ke piramid di Mesir, safari ke hutan di Afrika, balapan dengan Shelby Mustang, motor ride di Tembok Besar Cina, ke Taj Mahal, ke Himalaya… sayang sedang ada badai jadi mereka tdk bs menuju puncak.

Sepanjang perjalanan mereka saling berbagi cerita ttg hidup mereka masing2, merencanakan bagaimana jenazah mereka akan dimakamkan dan lain-lain.

Carter adalah pria yang hidupnya lurus, ga neko-neko, dan setia pada istrinya. Edward, pernah menikah 4 kali dan semua berakhir cerai. Ia memiliki satu orang putri, namun putus hubungan karena sebuah kesalah pahaman.

Edward adalah tipe bad boy, yang suka bermain-main dg wanita muda, dan ia merasa satu-satunya perkawinan yg berhasil adalah antara dirinya dan pekerjaannya.

Namun, akhirnya dia harus tinggal sendirian dan kesepian. Sementara Carter yg setia, makan malam dengan harmonis bersama keluarganya.

Ternyata Carter yang terlebih dahulu harus meninggal dunia, Edward berusaha melakukan saran Carter agar berbaikan lagi dengan putri kandungnya.

Edward mengunjungi rumah putrinya, dan di sana ia bertemu untuk pertama kalinya dengan cucu perempuannya.

Lalu, ia mencoret salah satu item dalam daftar keinginan mereka… yakni, “kiss the most beautiful girl in the world”.

Ini adalah salah satu scene favorit saya. #sweet

Akhirnya begitu mereka berdua meninggal, abu kremasi mereka disimpan dalam kaleng kopi dan disemayamkan di puncak Himalaya.

Dialog-dialog dalam film ini meaningful dan hampir setiap scene-nya penting. Tidak ada scene yang tidak penting, karena saling berkaitan satu sama lain.

Ada juga sisi humor dalam dialog antara Edward dengan asistennya, Matthew.

Meski film ini sederhana, dan ga bombastis spt kebanyakan film action-hero… tapi ini adalah film yang sangat manis, dan life-changing banget!

Nonton film ini meningkatkan spirit hidup kita, makanya aku suka nonton film ini berulang-ulang.

How one person walk into our life, and change everything.

That one person is called “best friend“.

5 CM: Perjalanan yang Menyingkap Rahasia Hati

5 cm

5 sekawan yang terdiri dari Zafran, Genta, Riani, Arial dan Ian memutuskan rehat bertemu dan melakukan kontak apa pun selama 3 bulan. Mereka selama ini rutin bersama, dan memutuskan untuk keluar dari zona nyaman agar timbul sensasi berbeda dalam pertemanan mereka.

Kesempatan itu digunakan Ian untuk menyelesaikan skripsinya. *Ah, jadi ingat masa-masa perjuangan.* Jangan kaget dengan penampakan dosen pembimbing Ian, ya? Ternyata bisa juga dia akting jadi sosok berwibawa, padahal wajahnya kocak banget!!

3 bulan kemudian mereka bertemu di Stasiun Senen untuk bersama-sama menuju Malang. Ternyata Genta mengajak mereka mendaki ke puncak Gunung Semeru, Mahameru. Titik paling tinggi di pulau Jawa. Mereka akan tiba di Mahameru tepat pada 17 Agustus, dan mengibarkan bendera merah putih di sana.

Riani memendam perasaan pada salah satu sahabatnya, tapi sulit menyatakannya karena dia wanita. Genta menyintai Riani, tapi ia takut merusak jalinan pertemanan mereka. Zafran tertarik pada Dinda, adik Arial. Sementara Arial adalah sosok macho yang takut mendekati wanita.

Dalam film ini kita bisa ikut menyaksikan keindahan alam di sekitar area pendakian Gunung Semeru. Ranu Kumbolo ‘surganya Mahameru’ dan ‘samudra di atas awan’ yang begitu cantik, tidak ketinggalan padang sabana yang indah. Pemandangan surgawi yang hanya bisa disaksikan para pecinta alam, kini hadir bagi khalayak lebih luas yang belum tentu punya kesempatan ke sana.

Terima kasih pada pembuat film ini, yang membagi keindahan itu pada Indonesia.

Saya senang dengan ditampilkannya nilai-nilai masyarakat Indonesia yang masih kental, antara lain sikap sopan Zafran ketika lewat di depan penduduk setempat. Sikap pemalu Riani yang dilema, karena rikuh bagi seorang wanita untuk menyatakan perasaannya pada lelaki. Ia hanya bisa memendamnya. Untung kalau si lelaki juga suka…, kalau tidak? Berarti ia akan merana karena cintanya bertepuk sebelah tangan. *tragis*

Joke yang vulgar di awal film agak mengganggu. Pada akhir film saya rasa itu adalah ‘gambaran’ bahwa ketertarikan yang dirasakan Zafran pada Dinda adalah seksual semata. Bukan rasa sayang yang murni. Ternyata cinta Zafran bisa tumbuh ketika Riani mengakui perasaannya.

Sementara Dinda sebenarnya tertarik pada Genta, dibuktikan ketika ia beralih ke bidang Ekonomi Mikro dalam studi Master-nya -sama dengan Genta. Cinta memang bisa tumbuh karena banyak persamaan.

Banyak quote bagus dalam film ini, salah satunya:

“Sebuah cinta memang harus diungkapkan karena tidak pernah ada cinta yang disembunyikan, kecuali oleh seseorang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.”

Saya terkesima dengan akting Igor Saykoji yang natural dan saya suka dengan penampilan Anu yang beda -biasanya dia di-bully, semoga dia lebih sering main film lagi.

Tampaknya semakin banyak pemuda Indonesia yang berpetualang ke Mahameru setelah menyaksikan film  ini.

AQUAMARINE: Cinta dan Persahabatan

Claire dan Hailey adalah sepasang sahabat karib yang tinggal di tepi pantai. Mereka berdua menyukai Raymond, si penjaga pantai yang tampan. Suatu malam terjadi badai besar. Esoknya mereka bertemu dengan putri duyung bernama Aquamarine yang terdampar di dalam kolam.

Aquamarine kabur dari rumah, karena menolak dijodohkan ayahnya, penguasa laut. Ia bersikeras untuk menemukan cinta di darat, seperti yang pernah ia lihat pada pasangan di atas sebuah kapal. Ternyata pasangan yang dulu ia saksikan saling mencintai adalah kedua orang tua Claire, yang tewas tenggelam. Hal itu menyebabkan Claire trauma dan takut terhadap air.

Aquamarine bisa memiliki kaki selama matahari belum tenggelam dan selama kakinya tidak terkena air. Aquamarine memutuskan bahwa orang yang bisa memberinya cinta adalah Raymond.

Claire dan Hailey pun mengajarinya trik-trik mendekati pria. Lucu sekali melihat mereka mencoba menarik perhatian Raymond dengan cara-cara yang mereka baca di majalah remaja.

NEGERI 5 MENARA: Tontonan yang Menyegarkan

Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini begitu menarik.

Ceritanya seputar 6 orang santri baru dari berbagai daerah yang kemudian bersahabat dan menjuluki pertemanan mereka dengan sebutan “Sahibul Menara” karena kegemaran mereka berkumpul di bawah menara.

Banyak adegan yang mengundang tawa akibat kepolosan para santri di Pondok Pesantren Madani (PM) itu.

Berhubung pesantren itu adalah khusus pria, begitu ada kemenakan perempuan Kyai bernama Sarah datang, mereka begitu antusias untuk berkenalan. Terutama Alif yang bertaruh untuk mendapatkan foto bersama dengan Sarah. Sayang sekali ketika foto hendak didapat, malah Sarah dipanggil oleh Kyai. Ah, kasihan sekali si Alif!

Begitu pula saat mereka naik becak untuk mengantar kotak-kotak berisi dry ice kembali ke PM, hal itu dikarenakan mobil pick-up pengantar es tersebut mogok di tengah jalan. Alhasil mereka kembali ke PM dengan memakai becak. Mereka memakai tiga becak, 2 untuk membawa es dan becak ketiga mengangkut tukang-tukang becak, yang becaknya mereka pakai. Lucu sekali melihat para tukang becak yang sudah tua itu ketakutan akan jatuh.

Ada pula adegan yang menyedihkan. Seperti saat Baso, salah satu anggota Sahibul Menara harus kembali ke kampung halamannya dan tidak meneruskan pendidikan di PM, demi  merawat neneknya yang sudah sakit-sakitan dan merupakan satu-satunya keluarganya yang masih ada.

Adegan paling berkesan bagiku adalah saat acara pertunjukan mengenai perjalanan Ibnu Batutah menjelajah ke berbagai negeri.