Kutipan

Di manakah letak kita, para rakyat kecil yang tak berdaya ini? 

Di koran, di televisi, mereka semua berbicara dengan gagah dan patriotik. Namun, fokus pembicaraan mereka kebanyakan tentang tema-tema “pembagian kekuasaan” atau “perebutan kekuasaan”. 

Hampir tak ada yang kita rasakan hatinya mencintai kita, yang memfokuskan perhatiannya pada apakah kita akan kelaparan atau tidak.

*kutipan di cover belakang buku Saat-Saat Terakhir Bersama Soeharto: 2,5 Jam di Istana

FITNAH

Istriku Seribu

Di bawah ini sebuah artikel menarik dari Emha Ainun Nadjib, tentang fitnah… yang ditulis dalam bukunya “Istriku Seribu“:

Sepanjang istriku menjadi istriku, pengalaman terbesar yang selalu dialaminya adalah bahwa suaminya difitnah orang, kemudian difitnah orang, dan terus difitnah orang. Fitnah kecil maupun besar. Fitnah dengan tema remeh maupun mendasar. Tak pernah berhenti difitnah, disalahpahami, dibuang, dipinggirkan, diremehkan, disalahmengertikan, ditiadakan, di-bukan manusia-kan.

Sesekali orang bertanya kepadanya, bagaimana rasanya punya suami yang difitnah orang terus-menerus. Istriku menjawab, “Sangat senang dan bersyukur. Aku baru akan sedih dan tak bisa tidur kalau suamiku yang memfitnah orang.”