BioGraphic Novel: Dalai Lama ke-14

Dalai Lama

Sudah lama dengar ttg Dalai Lama dan perjuangannya membebaskan Tibet dari jajahan Cina. Karena aku ga suka baca berita2 politik atau baca biografi tokoh yg tebal dan serius, jd aku emg ngincer bgt buku biografi dalam bentuk novel grafis/komik ini.

Dalam buku ini diceritakan kisah Dalai Lama semenjak ia kecil. Saat itu Dalai Lama ke-13 sdh wafat, dan dicarilah sosok penggantinya yg sesuai dg ciri2 dalam ramalan.

FYI Dalai Lama yg hidup di masa ini adalah Dalai Lama ke-14.

Setelah ditemukan, dibawalah Kundun (nama kecil Dalai Lama ke-14) ke pusat pemerintahan Tibet, Lhasa. Untuk diberi pendidikan dasar dan kemudian dinobatkan sebagai pemimpin politik sekaligus pemimpin spiritual tertinggi di Tibet, yg bergelar “Dalai Lama”.

Agama resmi Tibet adalah Buddha, yg mengatur semua sendi kehidupan mereka termasuk di pemerintahan.

Selama Dalai Lama belum cukup umur utk memimpin pemerintahan, ia diwakili oleh seorang wali, yg juga bertindak sebagai gurunya.

Ternyata dalam pemerintahan Tibet juga sempat terjadi perebutkan kekuasaan oleh mantan rahib yg pernah menjadi wali dan guru Dalai Lama.

Semenjak proklamasi Republik Rakyat Cina yg menganut komunisme, Tibet terus-menerus berusaha mereka kuasai. Bahkan melalui diplomasi yg penuh tipuan dan jebakan.

Dalai Lama berusaha mencegah invasi Cina dg militer maupun diplomasi ke negara-negara asing. Namun gagal…

Setelah berhasil menjadikan Tibet salah satu provinsinya melalui perjanjian diplomatik yg sebenarnya palsu, Cina membuat peraturan2 yg merugikan budaya dan agama rakyat Tibet. Cina berusaha mengikis identitas dan tradisi spiritual penduduk Tibet, agar semangat nasionalisme mereka meredup dan hilang.

Pertemuan Dalai Lama dg pemimpin komunis Cina, Mao Zedong, pun sempat diperalat sebagai propaganda untuk mengubah citra negatif Cina di mata dunia, dan menunjukkan bahwa mereka bukan penjajah.

Padahal sebenarnya kepergian Dalai Lama itu ditentang warga Tibet.

Bagi Mao Zedong, agama adalah candu yg membuat manusia lalai mencapai kemajuan materi. Hal itu tentu bertentangan dg prinsip hidup warga Tibet yg religius.

Dalai Lama mengakui kemajuan Cina dalam pertumbuhan ekonomi, namun menyayangkan Cina yg semakin jauh dari kekayaan spiritual.

Pernah juga dibuat sebuah konspirasi, di mana Dalai Lama hendak dijadikan target pembunuhan. Beliau diundang datang ke sebuah perayaan, tp dengan syarat membawa pengawal yg terbatas dan dengan diam-diam, tanpa pengumuman ke masyarakat luas. Namun rakyat rupanya tahu, dan menentang kepergian Dalai Lama itu, dengan berdemonstrasi di depan istana Norbulingka. Mereka khawatir akan keselamatan pemimpinnya.

Dalai Lama khawatir konsentrasi masyarakat di depan istana, bisa memancing aksi para tentara Cina yg menganggapnya sebagai gangguan keamanan.

Dan mmg tentara Cina sedang menyusun strategi utk menyerang istana, bahkan Dalai Lama diminta menunjukkan posisinya di istana utk bs mereka amankan dr serangan.

Setelah melalui perundingan internal istana, diputuskan Dalai Lama mengungsi ke India yg memberikan suaka pada warga Tibet. Agar konsentrasi rakyat bubar, dan tidak diserang tentara Cina. Dalai Lama diungsikan diam-diam, dan baru akan diumumkan bila sudah tiba di tujuan.

Namun sayangnya, tentara Cina sudah menyerang istana. Ribuan warga tewas diberondong peluru, dan kemungkinan besar Dalai Lama jg dijadikan target. Buktinya, ia diminta menunjukkan posisinya…

Padahal dg adanya kerusuhan massa itu bisa dijadikan alasan tepat utk terbunuhnya Dalai Lama. *krn tdk sengaja tertembak, dan sebagainya…

Untung Dalai Lama sudah mengungsi!

Kemudian berbondong-bondong sebagian warga Tibet ikut mengungsi. Mereka membangun komunitas Tibet di daerah pengungsian, yg kemudian berkembang menjadi kota bernama Dharamsala. Kota tersebut menjadi daerah yg unik, karena berada di wilayah India namun bernuansa Tibet.

Dalai Lama terus berusaha meningkatkan dukungan atas kemerdekaan melalui jalur diplomasi ke negara-negara asing. Ia terinspirasi Mahatma Gandhi, untuk melawan tanpa kekerasan.

Ia kemudian mendapat nobel perdamaian atas ketokohannya.

Penulis buku ini mengharapkan warga Tibet untuk tetap mengikuti Dalai Lama, yang berjuang membebaskan Tibet dengan ajaran antikekerasan.

————————

Aku suka buku ini karena disertai dengan foto-foto real kejadian yg dialami Dalai Lama, misal saat bertemu Mao Zedong, saat terjadi unjuk rasa di depan istana *yg ternyata byk sekali pesertanya!, saat Dalai Lama mengungsi ke India, dan lainnya.