Putri Diana

Queen of People’s Heart

Salah satu tokoh yang bergerak di bidang kemanusiaan yang saya sukai adalah Putri Diana atau Lady Di.

Zaman dulu pas SMP, sama temen-temen se-geng… sambil pulang sekolah berjalan kaki, kita suka berkhayal dan cerita-cerita tentang tokoh idola kita. Jadi kita ngidentikin diri kita dengan tokoh itu, karena suka.

Rata-rata temen-temen sukanya sama artis tertentu, klo aku sukanya sama Lady Di.

Keliatan kan dari muka dan pembawaannya klo dia orang baik…, dan banyak yang mencintai karena dia ramah, sopan, suka ngikutin kegiatan volunteering.

related:
Potret Kehidupan Lady Di

Anak Pemakan Gula dan Gandhi

Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi

Ada satu kisah tentang Mahatma Gandhi yang paling saya ingat:

Saat itu Gandhi masih muda dan tinggal di London, baru belajar hukum tinggal di kamar berukuran kecil bersama ibu semangnya.

Ibu semangnya suatu hari mendatanginya dan berkata, “Tuan Gandhi, putera saya ini tidak mau mendengarkan saya, namun entah mengapa dia mau mendengarkan nasehat Anda. Dia terlalu banyak makan gula. Bisakah Anda menasehatinya agar tidak makan gula terlalu banyak?” Lalu Gandhi yang saat itu belum populer, mengatakan “Tentu bu, saya akan menasehatinya.”

Hari-hari berlalu dan menjadi minggu demi minggu, si anak masih makan gula sebanyak sebelumnya. Maka ibu semang menemui Gandhi lagi dan berkata “Tuan Gandhi, apa Anda ingat apa yang saya katakan beberapa minggu lalu mengenai kebiasaan putera saya makan gula? Anda bilang akan menasehatinya, tapi kenapa belum?” Gandhi menjawab, “Saya sudah menasehati putera ibu agar tidak makan gula banyak, tapi baru pagi ini.” “Mengapa selama itu?” pungkas ibu semangnya, “Karena baru kemarin saya berhenti makan gula,” jawab Gandhi.

Ternyata Gandhi berpuasa… atau berlatih menahan diri dari memakan gula, sebelum ia menasehati anak tersebut.

Saya kira ini yg harus saya teladani…

Bagaimana saya bisa memberi advis pada orang lain, kalau saya belum bisa menguasai hidup saya sendiri…?

source:
Gula dan Kearifan Sang Mahatma Gandhi

BioGraphic Novel: Dalai Lama ke-14

Dalai Lama

Sudah lama dengar ttg Dalai Lama dan perjuangannya membebaskan Tibet dari jajahan Cina. Karena aku ga suka baca berita2 politik atau baca biografi tokoh yg tebal dan serius, jd aku emg ngincer bgt buku biografi dalam bentuk novel grafis/komik ini.

Dalam buku ini diceritakan kisah Dalai Lama semenjak ia kecil. Saat itu Dalai Lama ke-13 sdh wafat, dan dicarilah sosok penggantinya yg sesuai dg ciri2 dalam ramalan.

FYI Dalai Lama yg hidup di masa ini adalah Dalai Lama ke-14.

Setelah ditemukan, dibawalah Kundun (nama kecil Dalai Lama ke-14) ke pusat pemerintahan Tibet, Lhasa. Untuk diberi pendidikan dasar dan kemudian dinobatkan sebagai pemimpin politik sekaligus pemimpin spiritual tertinggi di Tibet, yg bergelar “Dalai Lama”.

Agama resmi Tibet adalah Buddha, yg mengatur semua sendi kehidupan mereka termasuk di pemerintahan.

Selama Dalai Lama belum cukup umur utk memimpin pemerintahan, ia diwakili oleh seorang wali, yg juga bertindak sebagai gurunya.

Ternyata dalam pemerintahan Tibet juga sempat terjadi perebutkan kekuasaan oleh mantan rahib yg pernah menjadi wali dan guru Dalai Lama.

Semenjak proklamasi Republik Rakyat Cina yg menganut komunisme, Tibet terus-menerus berusaha mereka kuasai. Bahkan melalui diplomasi yg penuh tipuan dan jebakan.

Dalai Lama berusaha mencegah invasi Cina dg militer maupun diplomasi ke negara-negara asing. Namun gagal…

Setelah berhasil menjadikan Tibet salah satu provinsinya melalui perjanjian diplomatik yg sebenarnya palsu, Cina membuat peraturan2 yg merugikan budaya dan agama rakyat Tibet. Cina berusaha mengikis identitas dan tradisi spiritual penduduk Tibet, agar semangat nasionalisme mereka meredup dan hilang.

Pertemuan Dalai Lama dg pemimpin komunis Cina, Mao Zedong, pun sempat diperalat sebagai propaganda untuk mengubah citra negatif Cina di mata dunia, dan menunjukkan bahwa mereka bukan penjajah.

Padahal sebenarnya kepergian Dalai Lama itu ditentang warga Tibet.

Bagi Mao Zedong, agama adalah candu yg membuat manusia lalai mencapai kemajuan materi. Hal itu tentu bertentangan dg prinsip hidup warga Tibet yg religius.

Dalai Lama mengakui kemajuan Cina dalam pertumbuhan ekonomi, namun menyayangkan Cina yg semakin jauh dari kekayaan spiritual.

Pernah juga dibuat sebuah konspirasi, di mana Dalai Lama hendak dijadikan target pembunuhan. Beliau diundang datang ke sebuah perayaan, tp dengan syarat membawa pengawal yg terbatas dan dengan diam-diam, tanpa pengumuman ke masyarakat luas. Namun rakyat rupanya tahu, dan menentang kepergian Dalai Lama itu, dengan berdemonstrasi di depan istana Norbulingka. Mereka khawatir akan keselamatan pemimpinnya.

Dalai Lama khawatir konsentrasi masyarakat di depan istana, bisa memancing aksi para tentara Cina yg menganggapnya sebagai gangguan keamanan.

Dan mmg tentara Cina sedang menyusun strategi utk menyerang istana, bahkan Dalai Lama diminta menunjukkan posisinya di istana utk bs mereka amankan dr serangan.

Setelah melalui perundingan internal istana, diputuskan Dalai Lama mengungsi ke India yg memberikan suaka pada warga Tibet. Agar konsentrasi rakyat bubar, dan tidak diserang tentara Cina. Dalai Lama diungsikan diam-diam, dan baru akan diumumkan bila sudah tiba di tujuan.

Namun sayangnya, tentara Cina sudah menyerang istana. Ribuan warga tewas diberondong peluru, dan kemungkinan besar Dalai Lama jg dijadikan target. Buktinya, ia diminta menunjukkan posisinya…

Padahal dg adanya kerusuhan massa itu bisa dijadikan alasan tepat utk terbunuhnya Dalai Lama. *krn tdk sengaja tertembak, dan sebagainya…

Untung Dalai Lama sudah mengungsi!

Kemudian berbondong-bondong sebagian warga Tibet ikut mengungsi. Mereka membangun komunitas Tibet di daerah pengungsian, yg kemudian berkembang menjadi kota bernama Dharamsala. Kota tersebut menjadi daerah yg unik, karena berada di wilayah India namun bernuansa Tibet.

Dalai Lama terus berusaha meningkatkan dukungan atas kemerdekaan melalui jalur diplomasi ke negara-negara asing. Ia terinspirasi Mahatma Gandhi, untuk melawan tanpa kekerasan.

Ia kemudian mendapat nobel perdamaian atas ketokohannya.

Penulis buku ini mengharapkan warga Tibet untuk tetap mengikuti Dalai Lama, yang berjuang membebaskan Tibet dengan ajaran antikekerasan.

————————

Aku suka buku ini karena disertai dengan foto-foto real kejadian yg dialami Dalai Lama, misal saat bertemu Mao Zedong, saat terjadi unjuk rasa di depan istana *yg ternyata byk sekali pesertanya!, saat Dalai Lama mengungsi ke India, dan lainnya.

INVICTUS: Menyatukan Bangsa Melalui Olahraga

Invictus

Biasanya aku ga terlalu suka film bertema olahraga, tapi film yang ini beda. This movie is beautifully made sport movie. Film ini epik. Kita dapat merasakan semangat kebangsaan Afrika Selatan di akhir film.

Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun pada 1990. Politik apatheid runtuh dan Afrika Selatan berada pada ancaman perang sipil antara warga kulit putih dan kulit hitam. Nelson terpilih sebagai presiden dalam pemilihan umum multi-ras yang pertama.

Hal yang pertama ia lakukan adalah berusaha menyatukan kulit hitam dengan kulit putih. Di antara mereka sebelumnya saling mencurigai dan bermusuhan. Tim rugby Afrika Selatan, Springboks adalah kebanggaan kulit putih. Saat Springboks bertanding melawan bangsa mana pun, warga kulit hitam malah mendukung tim lawan, bukannya mendukung tim negeri sendiri.

Nelson merupakan pemimpin yang bijaksana, berhati lembut dan cinta damai. Ia tak ingin warga kulit putih dan kulit hitam saling membentuk kubu masing-masing, yang bisa memicu pertikaian. Ia ingin mereka bersatu dalam persamaan sebagai satu bangsa. He started the vision of a rainbow nation.

Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah Rugby World Cup, sehingga bisa berkesempatan mengikuti pertandingan itu meski timnya tidak masuk ranking dunia. Nelson memandangnya sebagai manuver kemanusiaan yang bisa menyatukan bangsa dwi-warna kulit itu.

Nelson memperhatikan betul tim rugby dan memberi pesan khusus pada kepala tim, Francois Pienaar. Ia memberinya puisi yang memberinya kekuatan, Invictus, tak terkalahkan.

I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.
I am the master of my fate
I am the captain of my soul.

Francois dan tim diminta melakukan sosialisasi “One Team One Country” dengan melatih anak-anak kulit hitam. Mereka juga berkunjung ke bekas sel Nelson, di sana Francois menghayati kebesaran jiwa presiden baru mereka.

“I was thinking about how you spend 30 years in a tiny cell, and come out ready to forgive the people who put you there.”

Nelson adalah pemimpin yang besar, seperti Bung Karno ia menempa jiwanya dalam penjara. Ia tidak mengajak pendukungnya, untuk membalas dendam pada warga kulit putih. Masa transisi dari politik apartheid di Afrika Selatan dapat berlangsung damai dalam kepemimpinannya. Ia memang pantas memperoleh Nobel Perdamaian.

Nelson Mandela adalah penggemar kain kebanggaan Indonesia, batik. Ia berulang kali menggunakan pakaian batik dalam beberapa scene.

Rugby is a rough game. Olahraga yang berdarah-darah. I like this quote:

“Football is a gentleman’s game played by hooligans, on the other hand rugby is a hooligans’ game played by gentlemen.”

Orang kulit putih di Afrika Selatan memiliki bahasa sendiri yang unik.

Aku suka pencahayaan film ini, yang warnanya membuat kita serasa kembali ke tahun 90-an.

THE LADY: Story of a Brave Woman

“You may not think about politics. But politics thinks about you.”
– Aung San

Aung San Suu Kyi adalah putri jenderal Aung San, seorang pahlawan nasional Burma yang menjadi martir demi demokrasi di Burma.

Sebelumnya aku tidak begitu kenal dengan Aung San Suu Kyi, karena berita-berita politik hanya kuperhatikan sekilas. Film adalah sarana yang baik untuk membantuku mengenal tokoh-tokoh besar dan perjuangannya. She’s a living hero. Dia memperjuangkan kebebasan rakyatnya dari tekanan junta militer Burma.

Mirip dengan Gandhi, dia anti kekerasan.

Aung San Suu Kyi adalah istri seorang akademisi dan dosen, Michael Aris. Ia tinggal bersama keluarganya di Inggris dan adalah ibu rumah tangga biasa, sambil menulis esai mengenai ayahnya. Saat ibunya sakit, Suu kembali ke Burma untuk merawatnya. Saat itu ia menyaksikan sendiri tindak kekerasan junta militer Burma pada para mahasiswa yang melakukan demonstrasi.

Karena ia adalah putri seorang pahlawan nasional, rakyat menaruh harapan padanya untuk merubah situasi di Burma. Rakyat dilarang berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Junta militer bertindak otoriter dan menghalalkan kekerasan untuk menekan perjuangan Suu dan National League for Democracy yang dipimpinnya.

Sementara Suu dalam tahanan rumah, suaminya berusaha mencari dukungan dari dunia internasional. Tahun 1991, Suu memperoleh Nobel Perdamaian saat ia sendiri sedang dalam tahanan rumah. Akibat tekanan internasional pula, akhirnya Suu dibebaskan dari tahanan rumah.

Suaminya menderita kanker, dan Suu tidak dapat menemaninya pada saat-saat terakhir. Bila ia meninggalkan Burma, ia tidak akan diizinkan untuk memasuki negara itu lagi. Dan suaminya mendukungnya untuk terus mempertahankan apa yang telah mereka perjuangkan selama ini.

Biopik ini dikisahkan dari sudut pandang keluarga Aung San Suu Kyi. Di mana demi memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak rakyatnya dari tekanan junta militer, Suu terpaksa harus berpisah dari suami dan anak-anaknya.

For me, the hugs and kisses is too much. *repeating scenes* Penggambaran pihak militer terlalu karikatural. Pemimpin militer digambarkan mendasarkan kebijakannya pada dukun dan angka hoki. Tentaranya berperawakan kurus dan tingkah lakunya ugal-ugalan.

Aung San Suu Kyi adalah tokoh wanita yang pemberani. Ia berani menantang kokangan senjata para tentara. Dia memiliki kesadaran untuk memberikan dirinya secara total demi bangsanya. Ia bukan orang egois yang sudah hidup nyaman di luar negeri lantas ‘masa bodo’ dengan kondisi tanah airnya. Ia terpanggil untuk menolong rakyatnya, meski dengan resiko yang amat besar. Keberaniannya telah menginspirasi rakyat untuk melawan kediktatoran junta militer.

It’s a great movie.