Surga Buku

Klo menurutku, salah satu jenis surga yang mungkin akan diciptakan Tuhan di alam akhirat nanti… mungkin adalah “surga buku”.

Buat penggemar buku, masuk ke suatu tempat dengan banyak buku-buku bermutu itu laksana memasuki gudang harta karun yang isinya emas permata dsb. mungkin seperti  gudang uangnya Paman Gober dalam komik Donal Bebek

Kemaren malem, tanggal 22 Agustus… aku ke Toko Buku Toga Mas di Jl. Gejayan, deket kosku. Sebenernya nyari buku untuk tugas kuliah sih… eh, kenapa keluarnya malah dapetnya buku Biografi Pak Habibie (?)

Aku orangnya emang susah fokus pada satu bidang studi,, ibaratnya pas kuliah D3 dulu… aku malah sibuk jadi aktivis & belajar hal-hal lain di luar bidang studi yang sebenernya. Aku orang yang punya terlalu banyak minat, atau banyak ilmu pengetahuan yang pingin aku serap. Padahal sebenernya kita memang harus punya satu hal yang kita ekspertis banget. Seperti klo jurusanku di IT, ya harus expert dan mendalami IT, tho?

Ya itulah, kali ini aku berusaha fokus dan ga bingung menjelajah surga-surga buku di Jogja ini & malah membaca buku2 yang di luar tema studiku.

Suasana Jogja yang memfalisitasi banget terhadap pendidikan, dengan berlimpahnya sumber pengetahuan… memang menggiurkan. Seperti suasana saat aku di Bandung dulu,, yg banyak toko buku dan perpustakaan. juga pusat penjualan buku murah atau diskonan, seperti BBC (Bandung Book Center) di Palasari.

Aku orangnya mudah jenuh, jadi kan di kuliahan (pas D3 & S1) udah full bahasan tentang teknik… sehingga sebagai hiburan, aku mencari bacaan2 alternatif. Dan aku memang sebenernya lebih suka hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan, ketimbang hal-hal yang sifatnya teknis

Apalagi pas udah kerja; ya membaca buku adalah salah satu alternatif hiburanku, selain musik, film, menulis…

Tapi semoga aku dapat menahan hasratku itu… dan mengalihkannya ke buku-buku bacaan yang selaras dengan jurusanku, dan menunjang pengerjaan tugas-tugas kuliah.

Buat temen-temen yang tinggal di Jogja, kalian itu sadar ga sih… klo kalian tinggal di salah satu kota surga pengetahuan di Indonesia. manfaatkanlah sebaik2nya, karena tidak semua wilayah di Indonesia bisa mendapatkan akses seleluasa di kota ini, terhadap ilmu pengetahuan

*ibaratnya, pas aku tinggal di Lampung… aku harus belanja buku secara online untuk mendapatkan buku-buku bagus, dan itu pun kadang habis atau stok tidak ada. Sementara aku lihat di sini, buku-buku yang aku cari dan tidak tersedia secara online tersebut, malah masih banyak stoknya; atau juga bisa dipinjam di perpustakaan

Seni

105_3359.jpg

Saya sangat suka buku “Insan Kamil: Konsepsi Manusia Menurut Islam” yang saya temukan di perpustakaan pribadi milik almarhum Prof. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja, mantan rektor ITB.

~~~~~~~~~

Dulu, semasa ngelanjutin kuliah ekstensi S1 dari D3… karena ga terlalu sibuk

(kuliahnya malam doang, sementara aku sudah ga ikutan organisasi & ga sambil kerja juga)

Aku jadi nelusurin hampir semua perpustakaan di Bandung, mulai dari Perpustakaan Daerah Jawa Barat di Jl. Soekarno Hatta (skrg sudah pindah lokasi) sampe Perpustakaan PUSDAI di pusat kota.

Salah satu perpustakaan yang tidak sengaja saya temukan adalah perpustakaan milik Prof. Doddy, yang berdiri di rumah pribadinya di seputaran Buah Batu. jadi rumah tinggal yang masih ditempati istrinya, dibuka untuk umum… (di bagian perpustakaan & halaman belakangnya)

Dan itu bukunya… bagus-bagus!! kebanyakan buku lawas dan langka

Tidak seperti perpustakaan lain yang mungkin harus kita telusuri satu persatu, untuk menemukan buku yang menarik. Dalam perpustakaan ini sudah terhimpun buku-buku yang hampir semuanya bagus dan merupakan buku penting.

Aku nemu buku “Bung Karno Masa Muda” di perpustakaan ini… kertasnya udah coklat-coklat, buku tua bangett. dan di halaman depan ada tanda tangan dan tulisan Ajib Rosidi (jadi buku tersebut adalah pemberian untuk sahabatnya, Prof. Doddy)

Sekarang perpustakaan ini sudah digabungkan dengan Perpustakaan ITB

Awalnya aku ga tau klo beliau adalah mantan rektor ITB, baru tau setelah browsing dan baca buku biografinya yang tersedia dalam perpustakaan tersebut.

Beliau juga pernah jadi peneliti di LIPI, dan berhubung aku juga suka baca buku biografinya Habibie… ga sengaja aku nemuin fakta, klo beliau juga pernah jadi guru SMA Habibie. 😮

~~~~~~~~~

Balik lagi ke buku “Insan Kamil: Konsepsi Manusia Menurut Islam”

Saking sukanya dengan buku ini, sampe aku fotokopi… walau cuma beberapa halaman yang penting.

Buku tersebut berisi esai-esai dari beberapa cendekiawan Indonesia, mengenai filsafat manusia menurut beberapa tokoh di dunia pemikiran Islam.

Di bawah ini salah satu ulasan yang menarik buat saya:

Manusia yang ideal menggunakan seni tidak untuk memuaskan kesenangan, lupa diri dan kemewahan yang menghabiskan banyak sumber daya energi. Tidak juga menggunakan seni untuk tujuan-tujuan pemuasan hawa nafsu, kepentingan politik, atau kepentingan ekonomi. Seni merupakan anugerah Tuhan yang diberikan oleh Tuhan kepada khalifahnya di bumi untuk menjadikan bumi ini sebagai surga, penuh keindahan, dan kebahagiaan. Ia merupakan kreativitas untuk menciptakan kehidupan yang baru, dunia baru, dan masa depan yang lebih cemerlang.
– “Manusia dalam Perspektif Humanisme Agama: Pandangan Ali Shari’ati” oleh Hadimulyo

Kutipan

Di manakah letak kita, para rakyat kecil yang tak berdaya ini? 

Di koran, di televisi, mereka semua berbicara dengan gagah dan patriotik. Namun, fokus pembicaraan mereka kebanyakan tentang tema-tema “pembagian kekuasaan” atau “perebutan kekuasaan”. 

Hampir tak ada yang kita rasakan hatinya mencintai kita, yang memfokuskan perhatiannya pada apakah kita akan kelaparan atau tidak.

*kutipan di cover belakang buku Saat-Saat Terakhir Bersama Soeharto: 2,5 Jam di Istana

Sumpah Ibu Habibie

R.A. Tuti Marini Puspowardojo

Pak Habibie adalah tokoh teknokrat jenius yang bersahaja.

Salah satu putra kebanggaan Indonesia, yang mengharumkan nama bangsa hingga tingkat internasional.

Sampai saat ini, masih sulit sosok seperti Pak Habibie lahir atau ditemukan lagi… ada di Indonesia.

Ada dua orang yang berjasa dalam kehidupan seorang pria, yakni ibu dan istrinya.

Kisah mengenai Bu Ainun yang menjadi pendukung kesuksesan karir Pak Habibie mungkin sering kita dengar.  Kali ini, saya ingin bercerita mengenai ibu dari Pak Habibie.

Ainun & Ibu Habibie

Ainun & Ibu Habibie

Ayah Habibie bernama Alwi Abdul Jalil Habibie yang berasal dari Gorontalo, sementara ibunya bernama R.A. Tuti Marini Puspowardojo berasal dari Yogyakarta.

Dalam keluarga Habibie, pendidikan sangat penting.

Ayah Habibie meninggal mendadak dalam keadaan bersujud saat shalat Isya, karena serangan jantung. Di saat Habibie masih berusia sekitar 14 tahun, kelas I HBS.

Ibu Habibie sangat syok, di depan jenazah suaminya… dalam kondisi hamil besar, ia bersumpah: Demi Allah, seluruh anak-anak akan kusekolahkan setinggi-tingginya dengan biaya dari keringatku sendiri.

Ibu Habibie bertekad, meski anak-anaknya menjadi yatim… pendidikan mereka tidak akan terhenti.

Ibu Habibie bersama anak-anaknya

Ibu Habibie bersama anak-anaknya

Adalah amanah dan cita-cita dari suaminya, agar anak-anak mereka melanjutkan sekolah hingga setinggi mungkin. Terutama Habibie yang dipandang sangat berbakat dan mewarisi kepintaran ayahnya.

Ibu Habibie mungkin tidak pernah menyangka, bahwa sumpahnya akan membawa perubahan besar bagi Indonesia. Seandainya ia hanya pasrah & menyekolahkan Habibie seadanya, tentu tidak lahir pemuda pakar dalam penerbangan yang membanggakan Indonesia.

Habibie akhirnya dipindahkan untuk sekolah di Jawa.

Kutipan dari buku “Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner”:

Banyak yang bilang pada Rudy kalau darah Bugis punya darah perantau dan nekat. Namun, justru Mami yang berdarah Jawa yang nekat mengirimnya sendirian ke pulau yang sama sekali asing untuknya.

Rudi ingat dia menangis di Pelabuhan Makassar, memohon dan terus memohon agar dia tak dikirim ke Jawa.

“Ini justru tanda aku sayang dan yakin padamu, Rudy. Kalau Mami jahat, justru Mami akan menahanmu di sini dan memanjakanmu. Karena itu, kamu harus pergi. Jadi yang nomor satu!” bujuk Mami. Padahal, tentu hatinya cemas. Ibu mana yang tak cemas merelakan anak umur 14 tahunnya, putra kebanggaannya, pergi sendirian merantau?

Jakarta adalah kota besar dengan penduduk yang jauh lebih banyak dibandingkan Makassar. Pada 1948, penduduk Jakarta meliputi 823.000 jiwa, pada 1950 menjadi 1.437.085 jiwa karena warga yang baru pindah akibat pemberontakan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo di Jawa Barat. Situasi ekonomi dan politik juga belum menentu karena Indonesia baru lima tahun merdeka. Namun, Tuti Marini adalah seorang perempuan yang berani mengambil resiko.”

Ibu Habibie kemudian memutuskan untuk pindah ke Bandung dan mendampingi Habibie menjalani pendidikannya.

Sebelumnya ia telah menjual seluruh warisan dan harta yang tersisa di Makassar untuk dijadikan modal usaha rumah indekos. Begitu sampai di Bandung, ibu Habibie membeli sebuah rumah untuk tempat tinggal dan dua rumah lainnya untuk tempat indekos.

Ketika Habibie ingin melanjutkan kuliah ke Jerman, ibunya langsung setuju. Ibu Habibie tidak mau menunjukkan kekhawatirannya pada Habibie. Padahal, mendapatkan izin untuk ke luar negeri dan membeli mata uang asing bukanlah hal yang mudah pada tahun 1954.

Sumpahnya pada almarhum suaminya bukan saja membuatnya bersemangat untuk menyekolahkan Habibie, tetapi juga membuatnya berani

Ia membesarkan hati anaknya dan berjuang mewujudkan cita-cita anaknya.

Kepada Habibie, Ibunya berkata bahwa uang bisa didapat dengan menyewakan kamar Habibie menjadi kamar indekos. Namun, sebenarnya hal tersebut tak semudah yang ibunya bilang.

Habibie tidak tahu bahwa ibunya telah menjual beberapa aset keluarga untuk keberangkatannya. Ia juga melebur perhiasan emasnya untuk dijadikan koin emas yang bisa Habibie gadaikan di Jerman, bila butuh uang.

Untuk membiayai Habibie ini pula, sang ibu mendirikan perusahaan yang bergerak dalam ekspor impor dengan koneksi seadanya.

Pak Habibie bersama ibunya

Pak Habbibie bersama ibunya

Kutipan dari wikipedia:

Pada bulan Juli 1959, Tuti mendapat kabar bahwa B.J. Habibie terbaring tak berdaya di rumah sakit, virus influenza di tubuh Rudy menyerang jantung. Tuti menyusul ke Jerman dan berupaya membangkitkan semangat hidup anaknya hingga akhirnya Rudy berangsur-angsur pulih kembali dan melanjutkan studinya sehingga akhirnya Rudy berhasil menjadi insinyur sebagai lulusan terbaik. Tuti sempat merasakan keberhasilan putra-putrinya sebagai manusia yang memiliki martabat dan juga ia telah menunaikan janjinya kepada sang suami.

Demikianlah yang harus kita teladani dari kekuatan tekad seorang ibu, sehingga anaknya menjadi sosok yang berhasil & berguna bagi nusa dan bangsa.

source:
Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner
The True Life of Habibie: Cerita di Balik Kesuksesan
R.A. Tuti Marini Puspowardojo
BJ Habibie : Bapak Teknologi Indonesia

FITNAH

Istriku Seribu

Di bawah ini sebuah artikel menarik dari Emha Ainun Nadjib, tentang fitnah… yang ditulis dalam bukunya “Istriku Seribu“:

Sepanjang istriku menjadi istriku, pengalaman terbesar yang selalu dialaminya adalah bahwa suaminya difitnah orang, kemudian difitnah orang, dan terus difitnah orang. Fitnah kecil maupun besar. Fitnah dengan tema remeh maupun mendasar. Tak pernah berhenti difitnah, disalahpahami, dibuang, dipinggirkan, diremehkan, disalahmengertikan, ditiadakan, di-bukan manusia-kan.

Sesekali orang bertanya kepadanya, bagaimana rasanya punya suami yang difitnah orang terus-menerus. Istriku menjawab, “Sangat senang dan bersyukur. Aku baru akan sedih dan tak bisa tidur kalau suamiku yang memfitnah orang.”

Tristan & Isolde

Saya suka terheran-heran, kenapa kisah cinta yang terkenal di Barat justru yang akhirnya tragis…, seperti Romeo & Juliet?

————————

Tempo hari baru baca buku “Kisah-kisah Cinta Terlarang Paling Dikenang Sepanjang Masa” dan kisah yang paling membuat saya terharu… adalah Tristan & Isolde:

15740480

Tristan mewakili pamannya, Raja Mark dari Cornwall mengikuti sayembara untuk dapat meminang Isolde, putri Raja Irlandia.

Tristan memenangkan sayembara, lalu membawa Isolde ke Cornwall. Isolde menyesali mengapa ia dimenangkan untuk Raja Mark, padahal sebenarnya ia mencintai Tristan, begitu pula Tristan.

Meski Isolde menikah dengan Raja Mark…, ia dan Tristan diam-diam tetap menjalin percintaan.

Akhirnya, ada yang mengetahui perselingkuhan mereka. Tristan terpaksa membunuh saksi yang memergoki mereka, meski ia adalah temannya sendiri.

Karena khawatir akan jatuh lebih banyak korban demi menutupi perselingkuhan mereka… akhirnya Tristan memilih meninggalkan Cornwall, dan mencari hidup baru.

Ia tiba di Brittany, namun ia belum bisa melupakan Isolde. Kebetulan putri Duke Brittany juga bernama Isolde. Karena Tristan sering menggumamkan nama Isolde, ia akhirnya dijodohkan dengan putri Duke Brittany itu. Tristan mengiyakan saja, padahal bukan ‘dia’… Isolde yang dimaksud Tristan.

Ia lebih sering berkelana daripada hidup damai di kastilnya bersama sang istri. Berbagai pertempuran ia ikuti hanya untuk mengisi kehampaan hidupnya. Di malam-malam sunyi ketika pedangnya tak berguna, harpalah yang dipetiknya. Mengalunlah irama kerinduan yang menyayat hati.

Suatu saat Tristan terluka dalam pertempuran, dan Isolde adalah satu-satunya wanita yang bisa menyembuhkannya. Karena Isolde adalah ahli dalam pengobatan.

“Jika Isolde-mu itu bisa menyembuhkanmu, biarlah kita mengirim orang untuk menjemputnya,” kata sang istri…

Istrinya diminta memperhatikan kapal yang datang. Apabila kapal pembawa pesan kembali dengan bendera berwarna hitam, maka Isolde menolaknya. Namun, apabila dengan bendera putih, berarti Isolde bersedia datang dan masih mencintainya.

Akhirnya Isolde benar-benar datang dengan kapal berbendera putih. Namun istri Tristan, yang tiba-tiba merasa cemburu… malah melapor pada Tristan, kalau kapal yang datang berbendera hitam.

Hal itu membuat Tristan yang sedang sekarat, patah hati… dan kehilangan semangat hidup.

Isolde-nya tak datang. Tidak ada lagi harapan baginya kini dan ia pun tak ingin hidup lebih lama lagi. Tristan menutup matanya dan tak terbuka lagi untuk selama-lamanya.

Sang istri menyesali perbuatannya, karena ia pun kini kehilangan Tristan yang telah terbujur kaku.

Taj Mahal: Kisah Cinta Abadi

Taj Mahal

Taj ~ Timeri N. Murari

Ada beberapa buku yg saya baca mengenai kisah Taj Mahal, tapi yg patut dibaca… adalah “Taj” oleh Timeri N. Murari.

Novel ini amat menyentuh dan dengan bahasa yg puitis, sehingga bener-benar membuat kita menghayati kisah cinta yg berlangsung antara Arjumand Banu dan Shah Jahan.

Arjumand pernah mendapatkan vision tentang Shah Jahan, sebelum bertemu dengannya di acara bazar istana. Di acara itu, gadis-gadis bisa melepaskan cadarnya untuk berjualan, sambil mencari pasangan. Shah Jahan pun merasa deja vu…, karna ia seperti pernah bertemu dg Arjumand sebelumnya. *salah satu pertanda jodoh?

Shah Jahan, berjumpa dengan Arjumand… dan mereka saling jatuh cinta dalam pandangan pertama. Bagi Shah Jahan, Arjumand berbeda dengan gadis-gadis lainnya, yang tidak memancarkan ketulusan.

Shah Jahan, sebagai pangeran… tidak bisa sembarangan menjalin kasih, apalagi dengan rakyat biasa.

“Jika saja aku ini bukan pangeran…,” kata Shah Jahan. “Jika Anda bukan pangeran, perasaanku tidak akan berkurang.” kata Arjumand.

Shah Jahan ingin menikahi Arjumand, tapi ia ditentang ayahnya. Karena ia diharuskan menikah dengan putri kerajaan lain, yang setara dengannya.

Ayahnya merasa muskil bagi anggota kerajaan, apalagi pewaris tahta untuk dapat menikah dengan gadis yang dipilihnya sendiri. Karena ia sendiri dulu pun, terpaksa menikah bukan karena cinta, tapi kepentingan politik.

Shah Jahan sudah dijodohkan dengan putri Persia, ia boleh menikahi Arjumand… tapi sebagai istri kedua. Shah Jahan menolak, ia ingin menjadikan Arjumand sebagai permaisurinya.

Karena itu, Shah Jahan terpaksa menyimpan hasrat hatinya untuk segera meminang Arjumand. Meski ia dilayani harem, namun yang tertancap di benaknya hanya Arjumand.

Ia meminta Arjumand menunggunya…

Shah Jahan akhirnya menikah dengan putri Persia, namun ia sama sekali tidak menyentuhnya. Oleh karena itu, ia tidak memperoleh keturunan darinya.

Arjumand bertemu Shah Jahan pada umur 14 tahun. Setelah 5 tahun berlalu, akhirnya Shah Jahan diperkenankan menikahi Arjumand.

Selama menikah dengan Arjumand, Shah Jahan tidak mau dilayani selir atau harem. Sehingga Arjumand hamil dan melahirkan berkali-kali… (hingga memiliki 14 anak). Itu memperlemah kondisi tubuhnya, apalagi ia selalu menemani Shah Jahan ke medan perang. *karena rahimnya rapuh, ia sampai pernah menggugurkan kandungan

Arjumand adalah ratu yang bersahaja dan pengasih. Hidupnya sederhana, dan tidak suka berfoya-foya seperti wanita istana lainnya.

She worked tirelessly among the poor. Sehingga ia tidak hanya dicintai Shah Jahan, tapi juga dicintai rakyatnya.

Ia digelari “Mumtaz Mahal”, yang berarti “the chosen one of the palace”.

Arjumand, akhirnya meninggal saat melahirkan anak terakhirnya. Ia berpesan pada suaminya, untuk membuatkan bangunan makam sebagai tanda cinta mereka, tidak menikah lagi, dan menjaga anak-anak mereka.

Arjumand meninggal terlalu muda, pada umur 38 tahun. Suaminya yang amat berduka, kabarnya sampai memutih rambutnya… dan menjadi bungkuk. Ia sering menangisi dan merindukan Arjumand.

Ia kemudian membangun Taj Mahal, sebagai tanda cintanya. Dibuat dengan batu-batu pualam dan bahan bangunan terbaik dari berbagai negara. Dibangun selama 22 tahun… (1631-1653), dan melibatkan 20.000 pekerja.

Arsitektur Taj Mahal dibuat agar dapat merefleksikan kecantikan Arjumand. Katanya Taj Mahal, dapat membiaskan warna yang beraneka dan berubah-rubah, tergantung waktunya. Pagi hari ia bersemu merah muda, siang hari putih bersinar, sore hari berwarna jingga keemasan dst. Hal ini melambangkan suasana hati wanita yang berubah-ubah.

Taj Mahal saat sunrise

Karena intrik politik, Shah Jahan di akhir hidupnya dikurung di benteng oleh anaknya sendiri. Ia menghitung hari-hari terakhirnya memandangi Taj Mahal dari jendela, sambil mengenang mendiang istrinya.

taj-mahal

kolam panjang di hadapan Taj Mahal

Tahukah kamu, kalau Taj Mahal dibangun sesuai dengan citra surga dalam Al-Qur’an? Surga kan digambarkan, memiliki sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Sehingga di depan bangunan Taj Mahal dihiasi dengan kolam panjang yang terhampar bagai sungai.

Scheherezade

image

Kisah Seribu Satu Malam adalah kisah masyhur sepanjang zaman. Di mana kisah Alibaba, Aladin, dan Sinbad berasal…

Tapi tahukah kamu, kalau Kisah Seribu Satu Malam lahir dikarenakan sebuah kisah tragis ttg seorang raja yg dikhianati ratu-nya? Atau ttg kisah sakit hatinya pria pada wanita

Raja Syahzaman mendapati bahwa ratunya, berzina dg budak istana saat ia sedang keluar istana. Lantas ia menghukum penggal istrinya dan budak itu. Ternyata kakaknya Raja Shahriyar yg memerintah kerajaan lain, juga mendapati kalau ratunya pun mengkhianatinya saat ia sedang pergi.

Setelah membantai semua pelaku perzinahan itu, kedua kakak beradik itu yakin bahwa semua wanita tidak dapat dipercaya, dan akan berkhianat suatu saat nanti…

Sehingga mereka memutuskan tidak akan menikah lebih dari satu hari.

Setelah malam pertama, keesokan harinya perempuan yg mereka nikahi akan mereka penggal. Krn mrk tidak ingin dikhianati wanita lagi.

Setiap hari raja Shahriyar minta disetorkan satu gadis, untuk dia nikahi semalam dan keesokan harinya dipenggal. Begitu seterusnya hingga penasehat kerajaan bingung, krn jumlah gadis di kerajaan itu semakin berkurang… dan raja tenggelam dalam kegilaannya.

Sudah sekitar 1000 orang gadis yg tewas saat ia dipertemukan dg Scheherezade. Scheherazade atau Shahrazad, adalah tokoh penutur Kisah Seribu Satu Malam yg merupakan putri penasehat kerajaan.

Berikut kutipan dari Wikipedia ttg Shahrazad:

In Sir Richard Burton’s translation of The Nights, Scheherazade was described in this way:

“[Scheherazade] had perused the books, annals and legends of preceding Kings, and the stories, examples and instances of bygone men and things; indeed it was said that she had collected a thousand books of histories relating to antique races and departed rulers. She had perused the works of the poets and knew them by heart; she had studied philosophy and the sciences, arts and accomplishments; and she was pleasant and polite, wise and witty, well read and well bred.”

Shahrazad prihatin dengan banyaknya korban gadis berdosa yg tidak bersalah. Ia pun mengajukan diri pada ayahnya untuk menjadi pengantin raja, dengan ancaman nyawanya.

Penasihat kerajaan mulanya tidak setuju, krn khawatir dg keselamatan putrinya. Tapi ia juga yakin, Sharazad yg pintar dan berpengetahuan luas… pasti tidak dengan sengaja mengorbankan dirinya.

Ya…, ia memang punya rencana untuk menghentikan kegilaan raja, yg mengalami trauma pada wanita. Ia mengkisahkan cerita pada sang raja setiap malamnya, sehingga keesokan harinya raja tidak jadi memenggalnya karena penasaran dg kelanjutan kisah yg diceritakan Shahrazad.

Shahrazad tidak sekedar bercerita yg kosong isinya, justru dr dongeng yg ia sampaikan pada sang raja… ia berusaha mendidik dan menyembuhkan hati sang raja.

Haji Agus Salim: Tokoh Nasional Favoritku

image

Semua orang biasanya punya idola dan preferensi sendiri tentang tokoh nasional yg dikaguminya.

Yg suka dg wacana feminisme atau emansipasi wanita mungkin mengidolakan Kartini.

Yg suka dg tokoh yg disiplin, jujur dan tidak banyak bicara, mungkin mengidolakan Bung Hatta, dan seterusnya…

Dari sekian banyaknya tokoh nasional, tokoh yg menurutku karakternya keren banget itu… Haji Agus Salim!

Yg aku kagumi dr beliau adalah “kegeniusannya” dl berdiplomasi, kritis, pandai berdebat dan bermain kata2, hingga bisa membawa derajat bangsa Indonesia dihormati di kancah dunia.

Mungkin beliau memiliki kecerdasan verbal yg tinggi, hingga bagi beliau mudah belajar bahasa asing secara otodidak. Beliau adalah polyglot, yg menguasai 9 bahasa.

Selain diplomat, founding father ini juga adalah ulama dan intelek. Yg merupakan dua serangkai dg H.O.S Cokroaminoto di Sarekat Islam (SI).

Yg lucu, sebenernya Agus Salim itu kenal Cokroaminoto bermula dr ditugaskannya ia untuk memata-matai gerakan SI. Yg akhirnya ia malah merasa cocok dg Cokroaminoto, trus ia pun membelot dr kumpeni dan bergabung dengan SI.

Sejauh ini, menurutku buku yg paling lengkap ttg beliau adalah “Seratus Tahun Haji Agus Salim”.

image

my favorite book

Buku ini dibuat untuk memperingati seratus tahun kelahiran Haji Agus Salim.

Buku ini buku langka, yg aku cari2… krn buku lamaku hilang, dan aku sudah coba beli di toko buku bekas online, tp sudah habis. 😥

Beliau adalah tokoh yg sedikit nyentrik. Byk anekdot lucu ttg beliau, krn selain cerdas beliau juga humoris.

Bung Karno yg kagum dg kecerdasan Haji Agus Salim menjuluki beliau “The Grand Old Man”.

image

Ada kisah lucu ttg perdebatan Bung Karno dg Haji Agus Salim:

Haji Agus Salim mendukung poligami krn sesuai syari’at Islam, sementara Bung Karno menentang poligami krn dianggapnya merendahkan wanita.

Namun akhirnya malah Bung Karno yg berpoligami, sementara Haji Agus Salim ttp setia dg satu istri.

BioGraphic Novel: Dalai Lama ke-14

Dalai Lama

Sudah lama dengar ttg Dalai Lama dan perjuangannya membebaskan Tibet dari jajahan Cina. Karena aku ga suka baca berita2 politik atau baca biografi tokoh yg tebal dan serius, jd aku emg ngincer bgt buku biografi dalam bentuk novel grafis/komik ini.

Dalam buku ini diceritakan kisah Dalai Lama semenjak ia kecil. Saat itu Dalai Lama ke-13 sdh wafat, dan dicarilah sosok penggantinya yg sesuai dg ciri2 dalam ramalan.

FYI Dalai Lama yg hidup di masa ini adalah Dalai Lama ke-14.

Setelah ditemukan, dibawalah Kundun (nama kecil Dalai Lama ke-14) ke pusat pemerintahan Tibet, Lhasa. Untuk diberi pendidikan dasar dan kemudian dinobatkan sebagai pemimpin politik sekaligus pemimpin spiritual tertinggi di Tibet, yg bergelar “Dalai Lama”.

Agama resmi Tibet adalah Buddha, yg mengatur semua sendi kehidupan mereka termasuk di pemerintahan.

Selama Dalai Lama belum cukup umur utk memimpin pemerintahan, ia diwakili oleh seorang wali, yg juga bertindak sebagai gurunya.

Ternyata dalam pemerintahan Tibet juga sempat terjadi perebutkan kekuasaan oleh mantan rahib yg pernah menjadi wali dan guru Dalai Lama.

Semenjak proklamasi Republik Rakyat Cina yg menganut komunisme, Tibet terus-menerus berusaha mereka kuasai. Bahkan melalui diplomasi yg penuh tipuan dan jebakan.

Dalai Lama berusaha mencegah invasi Cina dg militer maupun diplomasi ke negara-negara asing. Namun gagal…

Setelah berhasil menjadikan Tibet salah satu provinsinya melalui perjanjian diplomatik yg sebenarnya palsu, Cina membuat peraturan2 yg merugikan budaya dan agama rakyat Tibet. Cina berusaha mengikis identitas dan tradisi spiritual penduduk Tibet, agar semangat nasionalisme mereka meredup dan hilang.

Pertemuan Dalai Lama dg pemimpin komunis Cina, Mao Zedong, pun sempat diperalat sebagai propaganda untuk mengubah citra negatif Cina di mata dunia, dan menunjukkan bahwa mereka bukan penjajah.

Padahal sebenarnya kepergian Dalai Lama itu ditentang warga Tibet.

Bagi Mao Zedong, agama adalah candu yg membuat manusia lalai mencapai kemajuan materi. Hal itu tentu bertentangan dg prinsip hidup warga Tibet yg religius.

Dalai Lama mengakui kemajuan Cina dalam pertumbuhan ekonomi, namun menyayangkan Cina yg semakin jauh dari kekayaan spiritual.

Pernah juga dibuat sebuah konspirasi, di mana Dalai Lama hendak dijadikan target pembunuhan. Beliau diundang datang ke sebuah perayaan, tp dengan syarat membawa pengawal yg terbatas dan dengan diam-diam, tanpa pengumuman ke masyarakat luas. Namun rakyat rupanya tahu, dan menentang kepergian Dalai Lama itu, dengan berdemonstrasi di depan istana Norbulingka. Mereka khawatir akan keselamatan pemimpinnya.

Dalai Lama khawatir konsentrasi masyarakat di depan istana, bisa memancing aksi para tentara Cina yg menganggapnya sebagai gangguan keamanan.

Dan mmg tentara Cina sedang menyusun strategi utk menyerang istana, bahkan Dalai Lama diminta menunjukkan posisinya di istana utk bs mereka amankan dr serangan.

Setelah melalui perundingan internal istana, diputuskan Dalai Lama mengungsi ke India yg memberikan suaka pada warga Tibet. Agar konsentrasi rakyat bubar, dan tidak diserang tentara Cina. Dalai Lama diungsikan diam-diam, dan baru akan diumumkan bila sudah tiba di tujuan.

Namun sayangnya, tentara Cina sudah menyerang istana. Ribuan warga tewas diberondong peluru, dan kemungkinan besar Dalai Lama jg dijadikan target. Buktinya, ia diminta menunjukkan posisinya…

Padahal dg adanya kerusuhan massa itu bisa dijadikan alasan tepat utk terbunuhnya Dalai Lama. *krn tdk sengaja tertembak, dan sebagainya…

Untung Dalai Lama sudah mengungsi!

Kemudian berbondong-bondong sebagian warga Tibet ikut mengungsi. Mereka membangun komunitas Tibet di daerah pengungsian, yg kemudian berkembang menjadi kota bernama Dharamsala. Kota tersebut menjadi daerah yg unik, karena berada di wilayah India namun bernuansa Tibet.

Dalai Lama terus berusaha meningkatkan dukungan atas kemerdekaan melalui jalur diplomasi ke negara-negara asing. Ia terinspirasi Mahatma Gandhi, untuk melawan tanpa kekerasan.

Ia kemudian mendapat nobel perdamaian atas ketokohannya.

Penulis buku ini mengharapkan warga Tibet untuk tetap mengikuti Dalai Lama, yang berjuang membebaskan Tibet dengan ajaran antikekerasan.

————————

Aku suka buku ini karena disertai dengan foto-foto real kejadian yg dialami Dalai Lama, misal saat bertemu Mao Zedong, saat terjadi unjuk rasa di depan istana *yg ternyata byk sekali pesertanya!, saat Dalai Lama mengungsi ke India, dan lainnya.