Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz

Klo dalam cerita dongeng Barat ada kisah-kisah seperti “Gadis Penjual Korek Api”, “Cinderella” dsb… yang merupakan kisah fiksi/rekaan.

Maka dalam sejarah Islam ada kisah nyata,, yang benar-benar terjadi, mengundang decak kagum dan mengubah jalan sejarah, yakni ttg “Gadis Penjual Susu”.

Umar bin Khattab saat sedang menjabat sebagai Amirul Mukminin atau Khalifah umat Islam, sering melakukan gerakan “turba” -istilah jaman Pak Harto utk ‘turun ke bawah’- atau incognito, yakni inspeksi di malam hari untuk mengetahui kondisi rakyat yang dipimpinnya.

Tidak sengaja suatu malam, ia mendengar percakapan seorang ibu dengan anak gadisnya di sebuah rumah.

Mereka adalah penjual susu, dan sang ibu memerintahkan anaknya untuk berbuat curang: menambahkan air pada susu yang mereka jual agar keuntungan menjadi berlipat.

Kata ibu, “Wahai anakku, segeralah kita tambah air dalam susu ini supaya terlihat banyak sebelum terbit matahari”.

Anaknya menjawab, “Kita tidak boleh berbuat seperti itu ibu, Amirul Mukminin melarang kita berbuat begini.”

Si ibu masih mendesak, “Tidak mengapa, Amirul Mukminin tidak akan tahu.”

Balas si anak, “Jika Amirul Mukminin tidak tahu, tapi Tuhan Amirul Mukminin tahu.”

Umar bin Khattab terharu melihat kejujuran gadis itu. Ia menyuruh pengawalnya menandai pintu rumah tersebut.

Keesokan harinya, Umar memanggil anaknya Ashim dan menyuruhnya menikah dengan gadis tersebut.

Kata Umar, “Semoga lahir dari keturunan gadis ini bakal pemimpin Islam yang hebat kelak yang akan memimpin orang-orang Arab dan Ajam”.

Dari perkawinan tersebut lahirlah anak perempuan bernama Laila sebutan Ummu Asim. Ketika dewasa Ummu Asim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan yang melahirkan Umar bin Abdul Aziz.

Jadi Umar bin Abdul Aziz adalah cicit dari Umar bin Khattab.

Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu khalifah besar umat Islam, yang di masa pemerintahannya terjadi pemerataan kemakmuran. Hingga tidak ada lagi orang yang pantas menerima zakat.

Ia mewarisi sifat Umar bin Khattab yang memimpin dengan tegas dan adil. Ia juga terkenal zuhud.

Ia mengembalikan pemerintahan seperti zaman Khulafaur Rasyidin, oleh karena itu ia juga dijuluki sebagai Khulafaur Rasyidin ke-5.

source:
Umar bin Abdul-Aziz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s