Tristan & Isolde

Saya suka terheran-heran, kenapa kisah cinta yang terkenal di Barat justru yang akhirnya tragis…, seperti Romeo & Juliet?

————————

Tempo hari baru baca buku “Kisah-kisah Cinta Terlarang Paling Dikenang Sepanjang Masa” dan kisah yang paling membuat saya terharu… adalah Tristan & Isolde:

15740480

Tristan mewakili pamannya, Raja Mark dari Cornwall mengikuti sayembara untuk dapat meminang Isolde, putri Raja Irlandia.

Tristan memenangkan sayembara, lalu membawa Isolde ke Cornwall. Isolde menyesali mengapa ia dimenangkan untuk Raja Mark, padahal sebenarnya ia mencintai Tristan, begitu pula Tristan.

Meski Isolde menikah dengan Raja Mark…, ia dan Tristan diam-diam tetap menjalin percintaan.

Akhirnya, ada yang mengetahui perselingkuhan mereka. Tristan terpaksa membunuh saksi yang memergoki mereka, meski ia adalah temannya sendiri.

Karena khawatir akan jatuh lebih banyak korban demi menutupi perselingkuhan mereka… akhirnya Tristan memilih meninggalkan Cornwall, dan mencari hidup baru.

Ia tiba di Brittany, namun ia belum bisa melupakan Isolde. Kebetulan putri Duke Brittany juga bernama Isolde. Karena Tristan sering menggumamkan nama Isolde, ia akhirnya dijodohkan dengan putri Duke Brittany itu. Tristan mengiyakan saja, padahal bukan ‘dia’… Isolde yang dimaksud Tristan.

Ia lebih sering berkelana daripada hidup damai di kastilnya bersama sang istri. Berbagai pertempuran ia ikuti hanya untuk mengisi kehampaan hidupnya. Di malam-malam sunyi ketika pedangnya tak berguna, harpalah yang dipetiknya. Mengalunlah irama kerinduan yang menyayat hati.

Suatu saat Tristan terluka dalam pertempuran, dan Isolde adalah satu-satunya wanita yang bisa menyembuhkannya. Karena Isolde adalah ahli dalam pengobatan.

“Jika Isolde-mu itu bisa menyembuhkanmu, biarlah kita mengirim orang untuk menjemputnya,” kata sang istri…

Istrinya diminta memperhatikan kapal yang datang. Apabila kapal pembawa pesan kembali dengan bendera berwarna hitam, maka Isolde menolaknya. Namun, apabila dengan bendera putih, berarti Isolde bersedia datang dan masih mencintainya.

Akhirnya Isolde benar-benar datang dengan kapal berbendera putih. Namun istri Tristan, yang tiba-tiba merasa cemburu… malah melapor pada Tristan, kalau kapal yang datang berbendera hitam.

Hal itu membuat Tristan yang sedang sekarat, patah hati… dan kehilangan semangat hidup.

Isolde-nya tak datang. Tidak ada lagi harapan baginya kini dan ia pun tak ingin hidup lebih lama lagi. Tristan menutup matanya dan tak terbuka lagi untuk selama-lamanya.

Sang istri menyesali perbuatannya, karena ia pun kini kehilangan Tristan yang telah terbujur kaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s