THE BUCKET LIST: Good for Soul

image

The Bucket List

Film ini adalah salah satu film paling memorable buat saya. Ga bosen, liat film ini berulang-ulang.

Menonton film ini membuat kita mensyukuri hidup, dan menghayati tiap menit yang tersisa.

Edward Cole, adalah pengusaha sukses paruh baya. Ia memiliki sebuah rumah sakit, di mana demi pengiritan finansial… ia membuat kebijakan, satu kamar untuk 2 orang.

Akhirnya karena kebijakannya sendiri, begitu sakit ia dirawat sekamar dengan seorang pria kulit hitam yang paruh baya juga.

Carter Chambers, adalah seorang montir yang pintar dan berpengetahuan luas. Sebelumnya ia bercita-cita menjadi profesor sejarah, namun terpaksa berhenti kuliah… krn pacarnya hamil, dan ia harus mencari nafkah.

Karena dirawat sekamar, kedua pria berbeda latar dan sifat itu akhirnya menjadi sahabat.

Keduanya didiagnosa kanker, dan divonis hanya memiliki sisa waktu hidup selama 1 tahun.

Mereka lalu berencana mewujudkan “bucket list” mereka. “The bucket list” berisi harapan-harapan yang ingin mereka lakukan sebelum umur mereka habis.

Edward memiliki dana tak terbatas untuk mewujudkannya. Akhirnya kedua lelaki paruh baya itu, melakukan petualangan gila-gilaan di berbagai landmark terkenal di dunia.

Mereka melakukan skydiving, berkunjung ke piramid di Mesir, safari ke hutan di Afrika, balapan dengan Shelby Mustang, motor ride di Tembok Besar Cina, ke Taj Mahal, ke Himalaya… sayang sedang ada badai jadi mereka tdk bs menuju puncak.

Sepanjang perjalanan mereka saling berbagi cerita ttg hidup mereka masing2, merencanakan bagaimana jenazah mereka akan dimakamkan dan lain-lain.

Carter adalah pria yang hidupnya lurus, ga neko-neko, dan setia pada istrinya. Edward, pernah menikah 4 kali dan semua berakhir cerai. Ia memiliki satu orang putri, namun putus hubungan karena sebuah kesalah pahaman.

Edward adalah tipe bad boy, yang suka bermain-main dg wanita muda, dan ia merasa satu-satunya perkawinan yg berhasil adalah antara dirinya dan pekerjaannya.

Namun, akhirnya dia harus tinggal sendirian dan kesepian. Sementara Carter yg setia, makan malam dengan harmonis bersama keluarganya.

Ternyata Carter yang terlebih dahulu harus meninggal dunia, Edward berusaha melakukan saran Carter agar berbaikan lagi dengan putri kandungnya.

Edward mengunjungi rumah putrinya, dan di sana ia bertemu untuk pertama kalinya dengan cucu perempuannya.

Lalu, ia mencoret salah satu item dalam daftar keinginan mereka… yakni, “kiss the most beautiful girl in the world”.

Ini adalah salah satu scene favorit saya. #sweet

Akhirnya begitu mereka berdua meninggal, abu kremasi mereka disimpan dalam kaleng kopi dan disemayamkan di puncak Himalaya.

Dialog-dialog dalam film ini meaningful dan hampir setiap scene-nya penting. Tidak ada scene yang tidak penting, karena saling berkaitan satu sama lain.

Ada juga sisi humor dalam dialog antara Edward dengan asistennya, Matthew.

Meski film ini sederhana, dan ga bombastis spt kebanyakan film action-hero… tapi ini adalah film yang sangat manis, dan life-changing banget!

Nonton film ini meningkatkan spirit hidup kita, makanya aku suka nonton film ini berulang-ulang.

How one person walk into our life, and change everything.

That one person is called “best friend“.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s