3 Days in Malaysia: Kuala Lumpur (Day I)

It was a rainy day in Malaysia…, jadi tidak terlalu banyak tempat yang kami kunjungi.

Day I: Petronas, KLCC, Central Market dan Petaling Street

Begitu tiba di bandara KLIA 2, kami membeli SIM Card utk menggunakan smartphone di wilayah Malaysia dg hemat. Kami menggunakan provider Hotlink, yg ternyata tdk harus mendaftar paket internet terlebih dahulu spt di Indonesia krn sudah otomatis dalam layanannya.

Setelah itu melihat jam sudah siang, dan krn ingin segera jalan-jalan… kami mengambil transportasi KLIA Ekspres utk menuju KL Sentral, Kuala Lumpur seharga 35 RM dg waktu perjalanan sekitar 30 menit. *Informasi ini kudapat dari buku Hairun Fahrudin yg sangat membantu*

image

adikku @YunusYulfianto dalam KLIA Express

Setiba di KL Sentral, Bpk ngajak makan siang. Kami cari yg menunya nasi, krn rata2 jualnya burger. Akhirnya kami makan siang di KFC… yg ternyata menu nasi dan ayamnya tdk menggunakan nasi tawar spt di Indonesia. Rasanya manis dan aneh, terpaksa tdk kuhabiskan nasinya…

image

papan penunjuk jalan di KL Sentral

Kata Bapak, klo di luar negeri makan apa aja seadanya yg penting kenyang. Krn beda cita rasa, yg bagi kita ga enak mgkn bagi mereka enak dan sudah terbiasa… begitu pula mgkn org luar thd masakan kita di Indonesia. Jadi sebisa mungkin cari nasi yg putih/tawar saja, krn lbh cocok di lidah kita…

Sepertinya niat wisata kuliner hrs dibatalkan.

Karena Bapak sdh sering ke Malaysia dl rangka dinas, jadi ia mencarikan kita hotel di sekitar Masjid Jamek, yg merupakan pusat kota.

image

di Swiss Hotel Kuala Lumpur

Kami akhirnya mendapatkan hotel yg sesuai, di pusat kota dan cukup terjangkau. Tdk terlalu mewah, krn merupakan bangunan lama. Tapi bersih dan nyaman, yakni di Swiss Hotel Kuala Lumpur. Kami mendapat kamar yg jendelanya dapat view ke jalan utama, tp sayang kalau malam banyak mobil yg melintas dg kebut2an.

Setelah istirahat bentar, kami berangkat jalan-jalan. Hanya berjalan kaki dari hotel kami, kami tiba di stasiun LRT (Light Railway Network) Masjid Jamek. Karena “tak pernah guna”, kami tanya pada petugas cara operasi mesin ticketing otomatis. Biasanya Bpk naik taksi atau diantar mobil bila ia sdg dinas, jd dia jg blm pernah pakai angkutan umum massal spt ini, saat di KL… Biaya transport menggunakan LRT sekitar 1-3 RM per orang tergantung jauh dekat stasiun yg dituju.

Naik LRT cepet banget nyampenya ke KLCC. Ketimbang naik bis atau taksi krn sore itu kulihat, jalan di depan Stasiun Masjid Jamek lumayan padat.

Kami mengunjungi Petronas pada saat sore, menjelang petang… sehingga kami mendapatkan view saat langit masih terang dan saat malam.

image

Petronas Tower saat sore

Kami tdk msk ke Petronas, hanya memandang dan mengambil fotonya dari luar… dari KLCC Park. Sebelum ke sana, kita lewat mall Suria KLCC.

Di KLCC Park terdapat kolam air mancur, beserta taman dan pohon2 rindang. Juga jalan setapak yg sering dipakai warga lokal sbg jogging track.

image

@ Suria KLCC Mall

image

Water Fountains KLCC terletak di depan Suria KLCC Mall

image

adikku sedang ngambil gambar Bapak dan Ibu

Bapak dan Ibu, nunjukkin tempat2 yg pernah mereka datangi saat mrk ke Kuala Lumpur. Misalnya Hotel Traders, tempat mrk menginap dulu. Ini adalah kali kedua ke Malaysia untuk Ibu. Dulu ia pernah ikut ke sana, saat mendampingi Bapak yg ikut seminar di KLCC. Sementara Bpk seminar, Ibu jalan2 di sekitar kota.

Aku sih, ga terlalu suka dg gedung2 modern… tp krn Bapak ngajakin msk KLCC biar tau tempat seminar Bpk dulu, ya udh nurut aja… sekalian makan di food court-nya.

Aku ambil menu yg terlihat khas lokal: nasi briyani, kari kambing dan minum es milo. Nasi briyani-nya masih kurang cocok buatku, rempah2nya terasa medok banget…. Kari kambingnya enak, tp menurutku lbh cocok dinikmati dg nasi putih. Jadi utk selanjutnya, ga terlalu berminat nyobain nasi yg aneh2… Nyari yg kelihatannya menyerupai makanan Indonesia aja lah… supaya lbh mudah diterima tubuh.

Ternyata hujan turun deras, shg kami terjebak di KLCC… Krn sudah maghrib, kami sekalian sholat di mushola-nya yg disebut “surau”. Dan ternyata surau utk pria dan wanita terpisah di ruangan yg berbeda, mangkanya kok laki semua… pas aku nungguin tas. *aduh, malu2in aja…

Setelah sholat, ternyata hujan udah mulai reda… meskipun msh rintik2. Kamera tertutup embun hujan, jd hasil fotonya krg bagus. Air Mancur di KLCC Park tyt beratraksi saat malam hari, dg sorotan lampu warna-warni. Seolah-olah mereka menari-nari sesuai alunan musik.

Ini pengalaman pertamaku ke luar negeri, katrok banget deh…

Setelah itu, kami naik LRT lagi menuju ke Stasiun Pasar Seni sebelum kembali ke hotel, sbnrnya Bapak dah ngajak balik… krn dia udah pgn istirahat. Maklum sebenarnya dia emg kurang sehat, udah batuk2 sebelum berangkat.

Menurutku klo dia sih, ga tll pgn jalan-jalan… cm pgn nemenin aku, Ibu dan adekku biar nyampe Malaysia dan pulang dg selamat. Berhubung ini kali pertama buat aku dan adikku, mgkn dia khawatir aja makanya dia nemenin.

Krn aku emg niatnya pgn jalan2, jd aku msh pgn ke Central Market yang disebut juga oleh warga lokal sebagai “Pasar Seni”. Kata Ibuku yg dah pernah ke sana, klo yg di dalam gedung harganya lebih mahal. Kalau cari oleh-oleh lbh baik di stan yg ada di luar gedung, yg ternyata bernama Kasturi Walk. Tapi sayang barang-barang di sana, tdk sebanyak di dalam gedung. Jangan lupa, harus pintar2 nawar… Untung ada ibu, yg jago nawar. Klo aku sih, ga pinter nawar. Harga suvenir magnet kulkas, dr harga 7 RM bisa jadi 10 RM utk 3 biji.

Pas mau balik ke Stasiun Pasar Seni, ternyata jalan bernuansa Pecinan dg lampion merah di atasnya, yg kulihat mencolok sebelum masuk Central Market adalah Petaling Street. Kawasan belanja Tas KW dan oleh2 lain spt kaos dan gantungan kunci. Sebenernya ga tll minat blanja tas, tp tepat saat itu tas selempang-ku putus talinya. Maklum, tas murah… 50rb-an beli di Blok M Square, Jakarta. Dan mgkn krn terlalu berat membawa bawaanku: 1 kamera, 1 blackberry, 1 android, 1 powerbank, dll.

Berkat bujukan ibuku, yg bilang klo kualitas tas di sini lbh bagus dg harga yg lbh murah drpd Indonesia, akhirnya malah dapat 3 buah tas. 1 tas untuk pesta, 1 tas utk kerja, dan 1 tas untuk jalan. Walaupun sempet dimarahin Bapak, krn dianggap boros. Padahal itu kan kebutuhan cewek, ya? 😉 Krn tasku di rumah jg dah pada rusak… #alibi

Akhirnya kita kembali ke hotel utk istirahat. Bye-bye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s