FROZEN: Who’s Your Real Love?

Frozen

Elsa dan Anna adalah dua bersaudara putri kerajaan Arandelle. Elsa memiliki kekuatan untuk membuat es dan salju. Elsa nyaris mencelakakan adiknya dengan kekuatannya itu. Sehingga ia menutup diri dalam kamar dan tidak lagi bergaul dengan adiknya, selama ia belum bisa mengendalikan kekuatannya.

Saat raja dan ratu mangkat, Elsa lalu diangkat menjadi ratu. Pada saat pelantikannya, Anna berjumpa dengan Hans -pangeran dari kerajaan lain- dan serta merta merasa jatuh cinta padanya. Ia lantas memohon pada kakaknya agar merestui mereka bertunangan dan segera menikah. Elsa tentu tidak setuju, bagaimana mungkin orang bisa langsung memutuskan menikah dengan orang yang baru ditemuinya.

Karena Anna memaksa, Elsa pun kehilangan kendali dan mengeluarkan kekuatannya dengan tidak terkontrol. Akhirnya rakyat Arandelle tahu akan kekuatan magis Elsa, yang sayangnya belum bisa ia kendalikan. Karena khawatir melukai lebih banyak orang, Elsa pergi meninggalkan kerajaannya untuk menyepi di sebuah gunung, dan menciptakan istana es sebagai tempat tinggalnya.

Anna bergegas menyusulnya, dan menyerahkan kendali kerajaan pada Hans. Anna berjumpa dengan Kristoff dan rusanya, lalu memintanya untuk menemaninya menuju pegunungan tempat kakaknya mengasingkan diri.

Dalam perjalanan Kristoff pun menertawakan kepolosan Anna, yang dengan serta merta menerima lamaran pria yang baru ditemuinya. “Didn’t your parents ever warn you about strangers?”, tanya Kristoff, “bagaimana kalau ia punya niat jahat?”.

Dan memang Hans hanya berpura-pura manis, sebenarnya ia mengincar tahta kerajaan Arandelle dengan memikat salah satu dari kedua putri kerajaan itu. Apalagi Anna yang tidak mengenal dunia luar, amat mudah ia perdaya.

Film ini berkesan lebih dewasa dan kelam dibanding film Disney sebelumnya. Tidak terlalu banyak humor, tapi lebih terasa realis dan manusiawi. Misalnya, Kristoff digambarkan sebagai orang yang punya masalah sosial, karena ia lebih percaya untuk berteman dengan hewan daripada manusia, karena manusia sering bersifat jahat dan tidak tulus.

Karakter Anna agak membingungkan, dia orang yang spontan, aktif dan lincah, tapi dia juga berlagak (berpura-pura) anggun saat awal perkenalan dengan Kristoff.

Sama dengan Elsa dan Kristoff, saya juga tidak sepakat dengan yang namanya cinta dalam sekejap mata. Tanpa proses perkenalan dan pertemanan dalam waktu yang cukup lama, lalu setuju untuk menikah. Jangan-jangan kita tertipu oleh perasaan yang terlampau berbunga-bunga dan melupakan logika.

Kisahnya hampir mirip dengan film Aquamarine, di mana cinta sejati yang dicari ternyata bukan antar lawan jenis. Dalam film Aquamarine adalah cinta antar sahabat, sementara dalam film ini cinta antara saudara kandung.

————————

Saya bisa merasakan dilema Elsa, karena saya juga punya sifat temperamen, yang kadang bisa melukai orang lain. Sehingga saya lebih memilih pergi dan sendiri, daripada melukai orang-orang yang dekat dengan saya, seperti saudara dan kerabat. Dan seperti Elsa, saya berharap bisa mengendalikan emosi saya, tidak mudah tersinggung dan mudah memaafkan, sehingga bisa berinteraksi sehat dengan orang-orang yang saya sayangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s