AINUN HABIBIE: Kesetiaan Seorang Istri

Ainun Habibie

Dari buku ini kita bisa mengenal secara singkat sosok Bu Ainun. Tapi Bu Ainun ini terkesan low profile banget, ya…? Beliau susah untuk diwawancarai dan digali kepribadiannya, sehingga info mengenai beliau amat terbatas. Mungkin hanya Pak Habibie seorang yang bisa paham luar dalam sosok Bu Ainun. Beliau memang lebih memilih prinsip “The Big You and The Small I”.

“Ibu Ainun itu imtak dan saya iptek,” kata Pak Habibie. Bu Ainun merupakan seorang istri yang religius. Ia senantiasa mendampingi suaminya saat bekerja di rumah pada malam hari dengan lantunan ayat suci, hingga setiap bulan ia bisa khatam satu kali. Ia juga aktif memprakarsai pengajian rutin untuk ibu-ibu di Patra Kuningan.

Memang demikian sejatinya sosok istri yang tepat, yakni men-support pendidikan dan karier suaminya. Kesuksesan suaminya adalah kesuksesannya jua sebagai seorang istri.

Beliau mengalami pergolakan batin, ketika anaknya sakit dan harus dirawat orang lain, sementara ia bekerja sebagai dokter anak dan merawat anak orang lain di rumah sakit.

Peristiwa ini membuat beliau tidak berambisi mengejar karier, walaupun sebenarnya bisa. Beliau melihat lebih bermanfaat bila ia bisa merawat, mendidik dan membentuk pribadi anaknya di rumah.

“Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin bagi saya untuk bekerja pada waktu itu. Namun, saya pikir buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan risiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang dan saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak? Seimbangkah orangtua kehilangan anak dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?”

Banyak kisah kebalikan dari kisah bu Ainun ini di kalangan selebriti. Di mana istri yang mengejar karier di dunia keartisan dan tidak fokus lagi sebagai ibu rumah tangga, berakibat rumah tangga yang hancur, bercerai dan anak-anak terbengkalai. Maka keikhlasan Bu Ainun untuk berperan di belakang layar patut dijadikan introspeksi bagi wanita saat ini. Keberhasilan seorang istri adalah saat suami bisa sukses dalam kariernya dan anak-anak ‘mentas’ baik pendidikan, karier, dan pribadinya.

Bu Ainun ini adalah figur yang merupakan sosok wanita Indonesia sejati. Sekalipun tinggi pendidikannya, beliau tetap sadar akan kodrat dan tanggung jawabnya sebagai perempuan, istri dan ibu. Ia paham prioritas, apa yang harus dipilih.

————————

Buku ini bagus sih…, tapi aku agak terganggu dengan cerita yang diulang-ulang di beberapa bagian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s