THE ANT BULLY: Belajar dari Koloni Semut

the ant bully

Sometimes animals are more human than people.

Lucas Nickle adalah seorang bocah yang sering di-bully temannya yang berbadan lebih besar dan gerombolannya. Karena tidak mampu membalas, ia kemudian melampiaskan kekesalannya dengan merusak gundukan tanah yang merupakan sarang semut. Tanpa ia sadarinya akibatnya, koloni semut itu merasa benar-benar terganggu, sementara mereka tidak merasa bersalah.

Penyihir di kalangan semut itu, Zoc, kemudian membuat ramuan yang dapat mengubah tubuh Lucas menjadi sekecil semut. Lucas pun dibawa ke sarang semut. Sebagai hukuman atas perbuatannya, ia pun dituntut untuk belajar cara hidup semut.

Lucas memperoleh banyak pelajaran berharga dari para semut. Ia mulai mengerti makna persahabatan, karena selama ini ia memang tidak punya teman. Selain itu ia belajar sikap kepahlawanan dan belajar berani pada orang-orang yang menindasnya. Ia juga belajar teamwork, sehingga ia bisa memimpin anak-anak yang bertubuh lebih kecil agar bersatu dan melawan anak bertubuh besar yang sering mem-bully mereka.

Film ini mungkin ditujukan untuk anak-anak, tapi banyak dialog bermakna yang rasanya patut direnungkan orang dewasa. Seperti saat Zoc menanyakan pada Lucas, apakah manusia hidup bekerja sama seperti koloni semut.

Zoc: “And the humans that live there are all brothers working together for the greatness of their colony?”

Lucas: “Well, not exactly. It’s a little more like, you know, every man for himself.”

Sepertinya dialog ini adalah sindiran terhadap tingkah manusia yang semakin individualis, dan kurangnya sifat empati satu sama lain.

“To attack without provocation, without reason, just because they can, it’s… It’s barbaric.”

Saya rasa quote ini cocok untuk menyindir perilaku pemerintah Amerika sering menyerang negara lain, seperti Irak, yang tidak pernah menyerang wilayah Amerika.

Yang juga patut kita renungkan adalah, perilaku negatif itu menular. Seperti Lucas yang di-bully temannya yang terlihat lebih kuat. Karena tidak mampu membalas, ia malah ikut mem-bully makhluk yang lebih lemah darinya, yakni koloni semut yang tidak bersalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s