BEAUTY AND THE BEAST: How to Tame a Heart

Only sincere love could change a beast.

Ini adalah film animasi yang dewasa. Kisah percintaannya tidak klise. It’s a love-hate relationship.

Film Disney satu ini masih terngiang-ngiang di kepalaku, rupanya film ini berkesan sekali bagiku. Karakter tokoh utama istimewa, karena memiliki prinsip dan bukan typical gadis yang menanti datangnya pangeran tampan.

Belle digambarkan sebagai gadis yang berbeda dengan gadis kebanyakan. Ia pintar dan hobi baca buku. Ia gadis tercantik di kota itu, sehingga idola wanita ga penting, Gaston tergila-gila padanya. Akan tetapi Gaston hanya memandang fisik Bella, dan menganggap wanita hanya sebagai obyek lelaki, tidak memandang intelegensinya.

Letak kecantikan Bella sebenarnya ada pada hati dan pikirannya, juga rasa sayangnya pada orang tua.

Beast adalah seorang pangeran yang dikutuk menjadi serupa binatang buas, akibat perilakunya yang tidak mengenal cinta kasih. Bella datang dan mengajarinya ‘how to love’. Beast is totally know nothing ’bout love. Perilakunya kasar dan temperamental. Mana mungkin Bella bisa mau berdekat-dekatan dengannya? Padahal Beast yakin Bella-lah yang akan menghapus kutukan yang ditimpakan pada dirinya dan seluruh istananya.

Sosok pangeran tidak digambarkan perfect dan ‘sudah jadi’. Bella melalui proses yang penuh kesabaran dan ketulusan untuk bisa membentuk Beast memiliki hati dan perilaku seorang pangeran sejati. Belum lagi Beast dijelmakan sebagai binatang buas yang kasar, bukan pangeran tampan yang penuh pesona dan berkelakuan anggun.

Bella memiliki hati yang tulus, ia tidak serta merta menolak Beast mentah-mentah. Ia tidak terlalu memperdulikan penampilan fisik Beast, hanya saja ia kurang nyaman dengan sifat Beast yang kasar dan mudah marah. Sampai Bella nekat kabur dan melanggar janjinya untuk tidak meninggalkan istana. Saat ia diserang komplotan serigala, Beast datang melindunginya.

Bella merawat luka-luka Beast dan tidak jadi ‘minggat’. Ia mulai merasa betah dan akur dengan Beast. Ia mengajari Beast kasih sayang dan kelembutan. Cinta telah tumbuh di hati Beast. Ia pun rela melepas Bella kembali pada ayahnya, walaupun ia tahu tenggang waktu kutukan makin dekat. Ia rela kehilangan kesempatan satu-satunya untuk bisa mengembalikan menjadi manusia.

Menurutku, walaupun kutukan itu tidak terhapus, jiwanya telah menjadi manusia. Karena hatinya sudah mengenal cinta dan dia tidak lagi berkelakuan seperti binatang.

It’s only a matter of physical appearance.

Beast menunjukkan cintanya pada Bella, dengan memberinya perpustakaan istana. Ia mampu membaca hati Bella, dan menghargai potensi-potensi Bella secara utuh. Tidak seperti Gaston yang berniat memperlakukan Bella layaknya pelayan bila menjadi istrinya.

Kekuatan animasi ini pada ceritanya.

So it remains a classic, regardless of the technology.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s