Surga Buku

Klo menurutku, salah satu jenis surga yang mungkin akan diciptakan Tuhan di alam akhirat nanti… mungkin adalah “surga buku”.

Buat penggemar buku, masuk ke suatu tempat dengan banyak buku-buku bermutu itu laksana memasuki gudang harta karun yang isinya emas permata dsb. mungkin kayak gudang uangnya Paman Gober dalam komik Donal Bebek (mengkhayal)

Kemaren malem, tanggal 22 Agustus… aku ke Toko Buku Toga Mas di Jl. Gejayan, deket kosku. Sebenernya nyari buku untuk tugas kuliah sih… eh, kenapa keluarnya malah dapetnya buku Biografi Pak Habibie (?)

Aku orangnya emang susah fokus pada satu bidang studi,, ibaratnya pas kuliah D3 dulu… aku malah sibuk jadi aktivis & belajar hal-hal lain di luar bidang studi yang sebenernya. Aku orang yang punya terlalu banyak minat, atau banyak ilmu pengetahuan yang pingin aku serap. Padahal sebenernya kita memang harus punya satu hal yang kita ekspertis banget. Seperti klo jurusanku di IT, ya harus expert dan mendalami IT, tho?

Ya itulah, kali ini aku berusaha fokus dan ga bingung menjelajah surga-surga buku di Jogja ini & malah membaca buku2 yang di luar tema studiku.

Suasana Jogja yang memfalisitasi banget terhadap pendidikan, dengan berlimpahnya sumber pengetahuan… memang menggiurkan. Seperti suasana saat aku di Bandung dulu,, yg banyak toko buku dan perpustakaan. juga pusat penjualan buku murah atau diskonan, seperti BBC (Bandung Book Center) di Palasari.

Aku orangnya mudah jenuh, jadi kan di kuliahan (pas D3 & S1) udah full bahasan tentang teknik… sehingga sebagai hiburan, aku mencari bacaan2 alternatif. Dan aku memang sebenernya lebih suka hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan, ketimbang hal-hal yang sifatnya teknis

Apalagi pas udah kerja; ya membaca buku adalah salah satu alternatif hiburanku, selain musik, film, menulis…

Tapi semoga aku dapat menahan hasratku itu… dan mengalihkannya ke buku-buku bacaan yang selaras dengan jurusanku, dan menunjang pengerjaan tugas-tugas kuliah.

Buat temen-temen yang tinggal di Jogja,, kalian itu sadar ga sih… klo kalian tinggal di salah satu kota surga pengetahuan di Indonesia. Manfaatkanlah sebaik2nya, karena tidak semua wilayah di Indonesia bisa mendapatkan akses seleluasa di kota ini, terhadap ilmu pengetahuan

*ibaratnya, pas aku tinggal di Lampung… aku harus belanja buku secara online untuk mendapatkan buku-buku bagus, dan itu pun kadang habis atau stok tidak ada. Sementara aku lihat di sini, buku-buku yang aku cari dan tidak tersedia secara online tersebut, malah masih banyak stoknya; atau juga bisa dipinjam di perpustakaan

Terpesona dengan Masjid Gedhe Kauman

20160813_191229

Hari Sabtu, tanggal 13 Agustus kemaren… karena ada waktu luang, aku berkunjung ke rumah saudara sepupuku di Bantul. Sepulangnya dari sana sekitar maghrib, aku menuju alun-alun kidul… karena pgn liat, katanya ada festival. Tapi aku sekedar lewat doang, trus menyusuri jalan lewat Ngasem dan kemudian, seperti pesen Mba Bety (sepupuku tadi)… klo lewat sekitar keraton bisa mampir tuh, ke Masjid Gedhe Kauman

Aku sering lewat di depannya, tapi baru kali ini mampir…

Indah banget tyt interiornya, dan suasananya khusyuk banget. Aku sholat Isya di sana, dan di pelataran masjid aku liat ada panggung untuk Festival Shalawat yang diadakan tanggal 14 Agustus keesokan harinya.

Esoknya, karena pingin liat Festival Shalawat… aku ke sana lagi, dan sempet ikutan sholat Isya berjamaah. Lebih banyak nenek-nenek/ibu-ibu yang sudah tua yang sholat jamaah di barisan shaf wanita. Aku sampe berpikir, ini generasi mudanya kemana ya?

Seperti yang kulihat di film “Sang Pencerah”, ternyata emang bener ya… kiblat masjid ini dibetulkan oleh K.H. Ahmad Dahlan.

Dapat dilihat dengan jelas dari pagar pembatas shaf wanita dengan pria yang berupa diagonal yang melintang, bukan sejajar/horisontal seperti kebanyakan masjid lain.

Dan, satu hal yang berkesan banget. Ada satu aturan dalam shalat berjamaah yang tidak pernah aku lihat diterapkan, namun di sini diterapkan: shaf wanita diisi yang paling belakang dulu.

Yang bener khan, emang begitu… anak-anak di depan, dan sebaik2nya shaf buat wanita itu yang di belakang. Jadi yang diisi barisan belakang dulu

Beda dengan aturan untuk shaf laki2

Tapi aturan semacam ini, saya tidak pernah melihat hal tersebut diterapkan. Baru di masjid ini saya lihat spt itu… *dan itu bagus, berarti menunjukkan keseriusan

Trus, selesai sholat… aku nungguin tuh, Festival Shalawat-nya dimulai. Katanya abis Isya, tapi lama banget aku tungguin belum mulai2. *masih persiapan… trus kulihat jam udah menunjukkan jam 8 malam. Wah, ga bisa nih aku ikutan. Karena badan udah lelah, waktunya istirahat… ga enak juga klo pulang kos malem2 dan besok juga mau kuliah. Jadi, aku pulang deh..

Belanja di mana?

Buat yang nyari oleh-oleh di Jogja, terutama yang bukan berupa makanan… semisal batik & souvenir atau kerajinan tangan. Lebih suka belanja di mana: pasar tradisional atau swalayan?

Sebenarnya jadwal wajib kunjung saya klo ke Jogja itu Mirota Batik (sekarang sudah jadi Hamzah Batik)

Spesial banget toko itu…

Klo pgn nyari souvenir & macem2 kerajinan tangan, emang lebih enak di sini. Krn model & macamnya variatif… jadi ga perlu keliling Jogja tuh, buat nyari kerajinan2 khasnya.

Tapi, krn kali ini ada yg pesen bahan batik… dan aku ragu, beli di Pasar Bringharjo atau Mirota Batik

Pertimbanganku, klo di Pasar Bringharjo mgkn lbh murah & bisa ditawar

Tapi, beli di pasar tradisional jg beresiko. Krn aku orangnya ga bisa nawar. Berapa pun harga yg penjual kasih, aku iya2 aja… (nawar sih, tp ga sampe separuh harga. dan ga ngotot2 amat ke penjualnya, seperti kebanyakan ibu2)

Dan aku senengnya, di pasar tradisional itu ada kedekatan dengan penjualnya. Kadang dia ikut memilihkan motif dari batik yang kita cari. Dan menceritakan motif batik ini tentang apa: “yang ini motif garuda”, “ini motif ikan”, “ini sekar jagat”

Lucunya, krn dr harga yang ditawarkan penjual… ga aku tawar; in the end mereka sdr yg nurunin harganya. *mgkn krn kasian liat aku yg ga bisa nawar, hehe

Oh ya, klo ke Pasar Bringharjo dan pgn murah… enaknya, pas pagi. krn biasanya masih sepi, dan penjual nyari penglaris. Cuma, ya beberapa kios mgkn blm buka… jadi pilihan agak terbatas

Jogja

Hari ini, jam 10.45 nanti… aku akan kembali sebentar ke Lampung, untuk mengurus berkas-berkas permohonan Tugas Belajar-ku.

Sebelumnya, saya ingin menuliskan beberapa kesan saya tentang Jogja. Kota yang selama 2 minggu… sudah saya tinggali

Alhamdulillah, saya sudah diterima di Program Magister CIO (Chief Information Officer) di UGM melalui beasiswa dari Kemkominfo.

Dan tanggal 4 kemarin sudah diadakan kuliah perdana sebagai orientasi terhadap Mahasiswa Baru. Jadi tanggal 3 Agustus aku dah pamitan sama temen2 kantor

Sebenarnya aku ga bener2 fresh & siap, karena baru aja sebelum berangkat ada beberapa masalah di kantor

Tapi ya sudahlah, berangkat aja mulai kuliah… 4 an escape from reality

————————

Ada beberapa kesulitan saya untuk beradaptasi dengan kultur Jogja…

Di sini semua serba sopan, ramah, unggah-unguh. Sementara di Lampung ga harus gitu… Adakalanya di sana, klo orang terlalu ramah, baik, sopan malah bisa ‘dikerjain’.

Aku biasa jaga jarak dengan orang lain dalam pergaulan; karena di sana kehidupan keras. Dan di sini tiba-tiba harus akrab gitu… aku belum bisa

Seni

105_3359.jpg

Saya sangat suka buku “Insan Kamil: Konsepsi Manusia Menurut Islam” yang saya temukan di perpustakaan pribadi milik almarhum Prof. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja, mantan rektor ITB.

~~~~~~~~~

Dulu, semasa ngelanjutin kuliah ekstensi S1 dari D3… karena ga terlalu sibuk

(kuliahnya malam doang, sementara aku sudah ga ikutan organisasi & ga sambil kerja juga)

Aku jadi nelusurin hampir semua perpustakaan di Bandung, mulai dari Perpustakaan Daerah Jawa Barat di Jl. Soekarno Hatta (skrg sudah pindah lokasi) sampe Perpustakaan PUSDAI di pusat kota. *sebenernya ga semua (hiperbolis), cuma banyak aja

Salah satu perpustakaan yang tidak sengaja saya temukan adalah perpustakaan milik Prof. Doddy, yang berdiri di rumah pribadinya di seputaran Buah Batu. jadi rumah tinggal yang masih ditempati istrinya, dibuka untuk umum… (di bagian perpustakaan & halaman belakangnya)

Dan itu bukunya… bagus-bagus!! kebanyakan buku lawas dan langka

Tidak seperti perpustakaan lain yang mungkin harus kita telusuri satu persatu, untuk menemukan buku yang menarik. Dalam perpustakaan ini sudah terhimpun buku-buku yang hampir semuanya bagus dan merupakan buku penting.

Aku nemu buku “Bung Karno Masa Muda” di perpustakaan ini… kertasnya udah coklat-coklat, buku tua bangett. dan di halaman depan ada tanda tangan dan tulisan Ajib Rosidi (jadi buku tersebut adalah pemberian untuk sahabatnya, Prof. Doddy)

Sekarang perpustakaan ini sudah digabungkan dengan Perpustakaan ITB

Awalnya aku ga tau klo beliau adalah mantan rektor ITB, baru tau setelah browsing dan baca buku biografinya yang tersedia dalam perpustakaan tersebut.

Beliau juga pernah jadi peneliti di LIPI, dan berhubung aku juga suka baca buku biografinya Habibie… ga sengaja aku nemuin fakta, klo beliau juga pernah jadi guru SMA Habibie.😮

~~~~~~~~~

Balik lagi ke buku “Insan Kamil: Konsepsi Manusia Menurut Islam”

Saking sukanya dengan buku ini, sampe aku fotokopi… walau cuma beberapa halaman yang penting.

Buku tersebut berisi esai-esai dari beberapa cendekiawan Indonesia, mengenai filsafat manusia menurut beberapa tokoh di dunia pemikiran Islam.

Di bawah ini salah satu ulasan yang menarik buat saya:

Manusia yang ideal menggunakan seni tidak untuk memuaskan kesenangan, lupa diri dan kemewahan yang menghabiskan banyak sumber daya energi. Tidak juga menggunakan seni untuk tujuan-tujuan pemuasan hawa nafsu, kepentingan politik, atau kepentingan ekonomi. Seni merupakan anugerah Tuhan yang diberikan oleh Tuhan kepada khalifahnya di bumi untuk menjadikan bumi ini sebagai surga, penuh keindahan, dan kebahagiaan. Ia merupakan kreativitas untuk menciptakan kehidupan yang baru, dunia baru, dan masa depan yang lebih cemerlang.
– “Manusia dalam Perspektif Humanisme Agama: Pandangan Ali Shari’ati” oleh Hadimulyo

Lentera Timur

Lentera Timur adalah album Melayu dari Siti Nurhaliza yang saya sukai setelah album Sanggar Mustika.

Tiga lagu yang paling saya sukai adalah “Seloka Budi”, “Senyum Minang Manis” dan “Bintang Malam”.

Ada juga lagu yang dibuat oleh Katon Bagaskara, yakni “Cinta Ini”… tapi menurutku nuansanya tidak terlalu Melayu

Sementara lagu “Senyum Minang Manis”, Padang banget

Akhir-akhir ini lagi seneng muter lagu ini:

Kutipan

Di manakah letak kita, para rakyat kecil yang tak berdaya ini? 

Di koran, di televisi, mereka semua berbicara dengan gagah dan patriotik. Namun, fokus pembicaraan mereka kebanyakan tentang tema-tema “pembagian kekuasaan” atau “perebutan kekuasaan”. 

Hampir tak ada yang kita rasakan hatinya mencintai kita, yang memfokuskan perhatiannya pada apakah kita akan kelaparan atau tidak.

*kutipan di cover belakang buku Saat-Saat Terakhir Bersama Soeharto: 2,5 Jam di Istana

Paling suka lagu ini…

Lagu ini kontemplatif banget,, dan cocok untuk menggambarkan situasi saat ini. Dimana remaja sering mengalami perlakuan yang diskriminatif… dan masalah insecurity

Pertama denger versi Celine Dion, ternyata setelah browsing… baru tau klo lagu ini adalah lagu jadul, yang dibuat oleh Janis Ian pada tahun 1975.

Kenapa lagu jadul itu malah banyak yg bagus-bagus ya?

Tes S2 CIO Beasiswa Kemkominfo di UGM

Kemaren, tgl 18 Juni 2016 aku baru aja Tes Kompetensi dalam rangka seleksi untuk Program Studi S2 CIO Kominfo.

Ternyata soal-soalnya lebih banyak ke perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan IT di dunia pemerintahan.

Misal Inpres ttg kebijakan pengembangan e-Government, undang-undang tentang hak cipta, harus hapal tuh nomor berapa dan tahun berapa keluarnya. Krn aku ga belajar ttg itu… jd, ya… byk yg ngasal.

*aku jg ga update ttg perkembangan IT terbaru… udah lama ga nyentuh kabar-kabar terbaru dan udah lupa juga beberapa materi kuliah dulu, jd wallahu’alam deh, lolos apa ga?

Ntar Senin, tgl 20 Juni katanya bakal ada sesi wawancara… dan akan dihubungi jam berapa jadwalnya. Krn kupikir seleksi wawancaranya hr Sabtu kemarin, jadi Minggu udah bs pulang, jadi otomatis diperpanjang deh masa liburan stay di Jogja-nya.

Asli sbnrnya aku lg ga enak badan, pas ngerjain tes kompetensi kmrn. Krn kurang tidur, ngurusin berkas & proses pendaftarannya. Krn kan sambil kerja jarak jauh, aku PP berangkat pagi plg sore… berangkat jam 6.15, pulang jam setengah 6-an

*sebenarnya itu aja udah capek… biasanya jam 9 udah tidur, utk kemudian Subuh dah bangun lagi utk siap-siap berangkat kerja

Otomatis, aku hrs ngurangi waktu istirahat buat ngurusin berkas-berkas. Pernah bangun setengah 4 dan setengah 3 pagi, ngurus2… trus ga tidur lagi sampe waktunya brgkt kerja. Cuma bs nyuri2 waktu tidur pas di bis, selama perjalanan ke kantor

(mana, hari Sabtu & Minggu malah ada agenda keluarga ke kota Bandar Lampung. jd weekend kdg jg ga sempet ngerjain)

Alhamdulillah, pendaftaran beres… walau sempat ngerepotin bagian admisi di Pasca JTETI UGM. Krn aku lupa klo habis pendaftaran di web Ujian Masuk UGM (pusat) juga hrs lapor bukti pendaftarannya di web Fakultas/Prodi-nya. Nah, yg laporan ke web Prodi-nya aku lupa, eh udah ditutup

Aku panik, dan segera menghubungi Prodi-nya. Alhamdulillah akhirnya dibuka lagi… *gara2 aku

Klo konsultasi lewat email, suka ga dibales… tp klo lewat tilpun, cepet ditanggapi

Aku bawa stok baju cuma bwt dua hari, dan itu dah kotor semua. Pdhl besok Senin, tggl 20 mw wawancara… *kyknya aku hrs keluar cari baju nih